Melihat Kooda, Transportasi Wisatawan di Lhoskeumawe

Kompas.com - 02/10/2019, 22:00 WIB
Salah satu ojek online tergabung dalam komunitas Kooda usai mengantar makanan di Jalan Merdeka, Lhokseumawe, Selasa (1/10/2019) KOMPAS.com/MASRIADI Salah satu ojek online tergabung dalam komunitas Kooda usai mengantar makanan di Jalan Merdeka, Lhokseumawe, Selasa (1/10/2019)


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Sejumlah generasi milineal menggagas ojek untuk layanan wisatawan di Kota Lhokseumawe. Mereka tergabung dalam komunitas Kooda.

Pendiri Kooda, Lhokseumawe, Irvan Framulia, Selasa (1/10/2019) menyebutkan komunitas itu didirikan 29 Juli 2019 lalu dengan 12 armada sepeda motor yang tersedia.

“Untuk menggunakan jasa Kooda, bisa langsung hubungi via Whatsapp di nomor 08116899908. Kami belum membuat aplikasi khusus, masih melihat pasar yang ada untuk wisatawan atau penumpang lain di Lhokseumawe,” kata Irvan.

Baca juga: Sensasi Sop Qaisar di Lhoksmauwe, Selalu Penuh Pengunjung saat Siang Hari

Untuk pesanan paket makanan, sambung Ivan, saat ini per hari mencapai 50 paket. Umumnya, wisatawan yang menginap di Lhokseumawe menggunakan jasa Kooda memesan makanan dan mengantar wisatawan ke obyek wisata dan wisata kuliner.

Dia menyebutkan, komunitas itu didirikan untuk memudahkan masyarakat mengakses lokasi wisata. Nama Kooda pun diambil dari kata-Kuda-yang dijadikan alat transportasi masa lampau.

Kuda, kata Irvan patuh pada penunggangnya. Begitu pun ojek Kooda, patuh pada permintaan hantaran barang atau penumpang ke lokasi tujuan.

Untuk jasa, Kooda menerapkan 2 kilometer pertama seharga Rp 7.000, satu kilometer berikutnya ditambah 1.000 per kilometer.

“Jika memasan makanan lewat jasa Kooda dikenakan tarif Rp 3.000 per otlet tempat pesanan makanan,” katanya.

Baca juga: Nyobain Es Timun, Minuman Sehat dari Aceh

Ia menyebutkan, untuk perizinan sedang diurus ke Pemerintah Kota Lhokseumawe.

“Kami berharap, hadirnya Kooda memudahkan wisatawan berjalan-jalan di kota ini. Memudahkan masyarakat memesan makanan dan memudahkan masyarakat jalan ke mana saja dengan sepeda motor,” katanya.

Nah, bagi anda yang sedang berlibur di Lhokseumawe, Kooda siap menemani perjalanan wisata Anda untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Silakan mencoba.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X