Kompas.com - 30/10/2019, 13:00 WIB
Indahnya pemandangan matahari terbedam di Tanjung Malaha Kompas.com/Suparman SultanIndahnya pemandangan matahari terbedam di Tanjung Malaha


KOLAKA, KOMPAS.com - Desa Malaha terletak di Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Desa ini mungkin masih terasa asing bagi sebagian orang, terutama yang berdomisi diluar Sulawesi Tenggara.

Desa Malaha dikaruniai tanjung yang begitu indah, sehingga penduduk desa membuka tempat wisata Tanjung Malaha. Tempat wisata ini sekaligus membuat Desa Malaha sebagai satu-satunya desa di Sulawesi Tenggara yang memiliki wisata tanjung.

Karakteristik yang tenang dan menawan memang menjadikan Tanjung Malaha pilihan berlibur untuk kelurga.

Terlebih lagi bagi wisatawan yang mendambakan pemandangan matahari terbit dan terbenam. Pemandangan ini jadi keistimewaan yang dapat dilihat di Tanjung Malaha.

 

Baca juga: Layang-layang Tertua di Dunia Berasal dari Sulawesi Tenggara?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemandangan matahari terbit dan terbenam semakin indah, lantaran tempat wisata ini  terbuka dan tidak ditutupi area pegunungan. 

Di Tanjung Malaha, wisatawan juga dapat melihat panorama pesisir pantai dengan pasirnya yang halus. 

Ditambah rindanganya pohon pinus yang tumbuh subur, membuat wisatawan betah berlama-lama di Tanjung Malaha.

 

Warga yang ramah sambut wisatawan

Hal yang tidak kalah menarik adalah sambutan warga lokal kepada pengunjung yang hendak berlibur di lokasi Tanjung Malaha. Mereka secara terbuka menyambut, bahkan berusaha  memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Salah satu pemuda lokal yang bermukim didekat tanjung Malaha bernama Lama Sunu mengatakan bahwa masyarakat antusias akan wisata Tanjung Malaha. Jadilah masyarakat sekitar, membuka diri dengan wisatawan yang datang.

“Kami sadar betul akan potensi wisata ditempat ini. Makanya sejak dulu kami menyepakati bahwa pelancong yang masuk di desa kami bukan hanya sekedar pengunjung, melainkan mereka adalah kerabat jauh yang rindu akan keberadaan kami disini,” kata Lama Sunu saat ditemui di Tanjung Malaha, Minggu (27/10/2019).

Baca juga: Panduan Lengkap Berkunjung ke Buton, Sulawesi Tenggara

Masyarakat sekitar, juga membangun spot swafoto dan video. Hal ini untuk menyasar wisatawan generasi milenial. 

Untuk menjangkau Tanjung Malaha tidaklah sulit. Wisatawan yang berdomisili di Kolaka cukup menempuh perjalanan darat sekitar 30 menit. Sementara bagi wisatawan yang berada diluar Kolaka bisa menggunakan jalur udara via Bandar Udara Sangia Nibandera yang memakan waktu kurang lebih 60 menit untuk tiba di destinasi ini. 

Baca juga: Berpetualang Lidah ke Sulawesi Utara, Ada Apa Saja?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.