Apakah Kamu Terkena Depresi Usai Liburan? Ini Gejalanya

Kompas.com - 04/01/2020, 17:40 WIB
Ilustrasi kesunyian ISTOCKPHOTO/ANTONIGUILLEMIlustrasi kesunyian

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamu pasti pernah berlibur ke suatu tempat yang menyenangkan dan tak terlupakan--entah karena cuaca, lingkungan, atau tempat wisata di sana.

Tak jarang, saking senangnya dengan tempat wisata tersebut, kamu akan terus-menerus memutar kembali pengalaman itu di perjalanan pulang seusai berlibur.

Namun, jika terus-menerus memikirkannya, bisa jadi kamu tengah mengalami kondisi Post- Vacation Blues, atau yang lebih dikenal dengan Post-Holiday Syndrome (PHS).

Apa itu Post-Holiday Syndrome?

Menurut Psikolog Ratih Ibrahim, Post-Holiday Syndrome adalah suatu kondisi yang membuat kualitas dan produktivitas hidup seseorang menjadi terganggu.

"Ini (PHS) terjadi pada seseorang setelah liburan. Biasanya karena liburannya terlalu lama. Mood dia masih liburan padahal dia sudah harus kembali dan berfungsi dalam ritme hidup yang normal seperti kerja atau belajar," kata Ratih saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/1/2020).

Ratih mengatakan, gejala umum PHS adalah rasa malas, tidak bersemangat, tidak antusias, dan tidak ceria dalam melakukan rutinitas sehari-hari.

Meskipun gejalanya sedikit mirip dengan jet lag, namun PHS dapat membuat seseorang uring-uringan. Dengan kata lain, kamu seperti sedikit depresi setelah liburan.

Dalam satu kasus, anak yang terkena PHS terkadang akan selalu ingin bermain terus, sehingga mengganggu waktu belajar.

Baca juga: 8 Tren Traveling Tahun 2020

Sementara untuk orang dewasa, PHS terkadang akan membuat seseorang mengeluh. Jika keluhan terjadi dalam lingkungan kantor, maka hal tersebut akan memengaruhi perasaan dan produktivitas orang lain.

Menurut Psikolog Mira Amir, PHS juga dapat terjadi jika seseorang merasa tidak bahagia di tempat asalnya, namun merasa bahagia di tempat yang dijadikan tujuan untuk berlibur.

"Orang akan menyenangi tempat yang membuat mereka senang dan nyaman. Kalau sampai seseorang lebih menyenangi tempat liburan dan tidak ingin pulang, terlebih lagi anak-anak, maka orang tua pasti akan berpikir ada yang salah dengan rumah mereka,” kata Mira.

Hal tersebut bisa saja terjadi jika keadaan rumah tidak sebersih tempat mereka menginap ketika sedang berlibur. Tentunya dengan keadaan seperti itu mereka akan selalu teringat akan tempat mereka berlibur dan membuat mereka sedih karena harus kembali ke rumah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X