Semarang, Kota Wisata Terbersih di ASEAN

Kompas.com - 21/01/2020, 12:15 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sambil mengayuh sepeda memantau kebersihan dan infrastruktur lingkungan saat melintas di Kali Mberok, Kota Semarang, Kamis (12/9/2019). DOK. IstimewaWali Kota Semarang Hendrar Prihadi sambil mengayuh sepeda memantau kebersihan dan infrastruktur lingkungan saat melintas di Kali Mberok, Kota Semarang, Kamis (12/9/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Semarang, Jawa Tengah berhasil mendapatkan anugerah sebagai kota wisata terbersih di Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020, Kamis (16/1/2020) di Brunei Darussalam.

Penghargaan ini diberikan oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara) dan akan disematkan pada Kota Semarang selama dua tahun, yaitu hingga tahun 2022.

Baca juga: Traveling ke Semarang dengan Pesawat dan Bus, Mana Lebih Nyaman?

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengungkapkan kegembiraan atas torehan apik dari kota lumpia ini. Menurutnya, Kota Semarang patut berbangga atas segala usaha pembangunan yang meraih hasil positif.

"Tentunya yang pertama bangga dan senang. Karena segala pembangunan dan usaha yang dilakukan ternyata mendapatkan apresiasi dari pihak-pihak luar (ATF)," kata Indriyasari ketika dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2020).

Baca juga: Dusun Semilir Semarang, Foto Underwater sampai Kandang Instagenic

Indriyasari melanjutkan, proses penilaian hingga mendapat predikat tersebut berawal dari tim ATF yang datang ke Kota Semarang untuk menilai dari beragam aspek.

"Ini karena yang kita usulkan adalah kategori Kota Wisata yang bersih, sehingga yang dinilai adalah kota secara keseluruhan. Tidak hanya tempat wisatanya saja, tapi juga aspek-aspek yang lain," tambahnya.

Proses penilaian tersebut juga sudah berlangsung selama beberapa tahun belakangan. Namun diakuinya, Kota Semarang belum berhasil meraih penghargaan di tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Semarang yang Wajib dibeli, dari Lumpia hingga Mochi

Namun, lanjut Indriyasari, penghargaan Kota Semarang sebagai ASEAN Clean Tourist City Standard ini akan menjadi tantangan dan pekerjaan rumah terberat bagi Disbudpar Kota Semarang untuk menjaga agar tidak direbut kota lain.

"Langkah-langkah yang akan dilakukan setelah meraih penghargaan ini adalah kami bersama 4P yaitu penduduk, pemerintah, pengusaha, dan pewarta bersama-sama berkomitmen untuk menjaga kebersihan di Kota Semarang sesuai dengan konsep bapak walikota, bergerak bersama membangun kota," jelasnya.

Baca juga: Dua Durian Lokal Unggul dari Semarang, Tak Kalah dari Durian Impor

Dampak bagi dunia wisata di Kota Semarang

Indriyasari juga mengatakan, penghargaan ini memiliki dampak positif bagi dunia pariwisata Kota Semarang yaitu semakin dikenal wisatawan.

"Tentunya dengan meraih penghargaan tersebut Kota Semarang lebih dikenal lagi. Saat ini masih banyak yang belum tahu perkembangan dan kemajuan Kota Semarang. Dengan label bersih tersebut, orang akan tertarik datang, dan selanjutnya nyaman selama di Kota Semarang," ujarnya.

Baca juga: Hantu Malah Diajak Selfie di Kampung Horor Semarang

Dengan penghargaan ini, ia berharap dapat terus mempertahankan predikat baik yang sudah tersemat di Kota Semarang.

"Semoga kita benar-benar bisa menunjukkan bahwa Kota Semarang memang pantas meraih penghargaan tersebut. Dan ini adalah PR bagi kita semua," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X