Bukan Turis China yang Terbanyak Datang ke Bali

Kompas.com - 27/01/2020, 18:04 WIB
Wisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AWisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali.

Menanggapi hal ini, menurut Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Provinsi Bali I Ketut Ardana, turis Australia memang selalu jadi salah satu pasar turis besar untuk Bali.

“Mau sedang kasus apa pun mereka pasti datang. Karena mereka merasa traveling ke Bali itu lebih murah dari pada di dalam negeri. Bali juga salah satu yang terdekat, mereka bisa beli paket tur dengan harga murah,” jelas Ketut ketika dihubungi Kompas.com pada Minggu (26/01/2020).

“Secara cost juga lebih rendah daripada traveling di negaranya sendiri. Sehingga memang bagi Australia ini jadi second home dia untuk liburan. Jarak dekat, nyaman, makan dan minum gampang dicari, cocok, serta murah,” lanjut Ketut.

Jarak antara Bali dan Australia yang relatif dekat jadi alasan mengapa banyak turis Australia yang berdatangan ke Bali. Penerbangan ke Bali dari Perth misalnya hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Baca juga: Sabtu Rebahan di Bali, Staycation di 5 Resor Kawasan Canggu

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa. Menurutnya, jarak Bali yang relatif dekat dan harga liburan murah merupakan daya tarik turis Australia ke Bali.

“Nilai dolar mereka dengan rupiah kan berbeda. Ada kurs mata uang itu memberikan peluang juga bagi pariwisata kita,” ujar Putu ketika dihubungi Kompas.com pada Minggu (26/1/2020).

Untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah turis Australia dan turis dari negara lainnya, ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Menurut Putu, ia akan berusaha untuk meningkatkan mutu dan atraksi yang ada di Bali dan memperhatikan keberlanjutannya.

Selain itu, secara bertahap ia juga mengatakan bahwa gubernur Bali sedang mempersiapkan beberapa hal untuk meningkatkan mutu pariwisata di Bali. Mulai dari memperluas bandara, memberikan akses kapal pesiar di Tanjung Benoa, penataan pura, serta pusat kebudayaan.

Baca juga: 22 Tempat Wisata Dunia yang Rusak karena Pariwisata, Salah Satunya Bali

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X