Kompas.com - 09/09/2020, 16:15 WIB


KOMPAS.com - Pecel selama ini dikenal sebagai nama makanan yang kerap ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian Jawa Timur.

Namun pernahkah mengetahui bahwa ada sebuah tempat bernama Kampoeng Pecel?

Kampung ini benar ada dan baru berdiri sekitar dua minggu lalu.

Kepala Desa Ngerangan Sumarno, Pokdarwis Sumunar, Bumdes Nerang Jaya, KPMD, KWT Anugrah, masyarakat Mojorejo bergerak bersama mengembangakan desa wisata, salah satuya adalah Kampoeng Pecel di Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo di Dusun Mojorejo, RT32.

Kampoeng Pecel merupakan salah satu unit usaha kuliner di lereng Katresnan di bawah naungan Desa Wisata Angkringan Ngerangan.

Lokasi persisnya berada di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Baca juga: Resep Sarapan Praktis dan Enak, Bikin Pecel Madiun dan Rempeyek Teri

Inisiator Kampoeng Pecel adalah teguh dan mister Gugun Yang didukung Kelompok Wanita Tani (KWT) Anugrah dan masyarakat mojorejo, serta pendampingan Penyuluh Pertanian, Bahrudin dan Penyuluh Kehutanan, Nanik.

Kampung ini digagas oleh kedua warga desa yakni Teguh dan Danik Kurdiyanto. Keduanya sepakat menginisiasi warga membangun tempat wisata, yang salah satu daya tariknya adalah Kampoeng Pecel.

Adapun, Kampoeng Pecel juga dinaungi dan bekerja sama pemerintah desa (Pemdes), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Kita bareng-bareng berinisiasi untuk pemanfaatan lahan yang ada dan tidak produktif, kemudian kita sulap menjadi tempat kuliner. Sebenarnya ini salah satu unit dari usaha wisata Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo," kata Teguh saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

Suasana Kampoeng Pecel di Bayat, Klaten, Jawa Tengah bernuansa pohon bambu dan jati berhiaskan ornamen estetik. Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Suasana Kampoeng Pecel di Bayat, Klaten, Jawa Tengah bernuansa pohon bambu dan jati berhiaskan ornamen estetik.

Selain Kampoeng Pecel, ada tiga daya tarik lainnya yang dibangun sendiri oleh warga seperti camping ground, outbond, dan wisata edukasi Agrotech Nata de Aloew.

Namun, menurut Teguh, ia dan warga tengah memfokuskan Kampoeng Pecel sebagai daya tarik utama, karena lebih cepat mendatangkan konsumen.

"Jadi yang tercepat untuk mendatangkan konsumen itu dengan kita membuka menu kuliner yaitu ciri khas dari Mojorejo yaitu pecel," kata Teguh.

Kita ini posisinya kan perbatasan dengan Gunungkidul mas, kan masih banyak pohon bambunya, sayurannya, warga-warganya suka bertani," lanjutnya.

Lalu apa saja daya tarik wisata di Kampoeng Pecel?

Suasana di Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo di Bayat, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Suasana di Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo di Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Menikmati pecel dengan suasana pedesaan

Jika kamu bosan menikmati pecel di tengah kota dan menginginkan suasana makan pecel langsung di "kampungnya", datang saja ke Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo.

Kamu bisa menikmati beragam menu pecel dengan pemandangan pedesaan dan hutan yang masih alami.

Baca juga: Dusun Girpasang Klaten Diusulkan Jadi Tempat Wisata, Apa yang Menarik?

Adapun menu pecel yang disajikan pun beragam mulai dari paket bersamaan minum, hingga pecel saja. Menu andalannya yang harus dicoba adalah menu Pecel Tiwul dan Pecel Gendar.

Kamu bisa mengajak serta keluarga, menggelar tikar dengan pemandangan pohon bambu berhiaskan ornamen unik buatan warga desa, dan lengkap dengan suasana sejuk khas Mojorejo.

 

Dawet Lidah Buaya khas Kampoeng Pecel. Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Dawet Lidah Buaya khas Kampoeng Pecel. Klaten, Jawa Tengah.

Minum Dawet Lidah Buaya

Jika selama ini minuman dawet yang pernah kamu coba adalah dawet ayu atau dawet Purworejo berasal dari tepung beras, tidak dengan dawet yang dijual di Kampoeng Pecel.

"Dawet kita ini khas hanya ada di sini saja, yaitu Dawet Aloevera atau lidah buaya mas. Itu laku keras selalu sold out. Jadi beda dengan dawet umumnya yang biasanya pakai beras," jelas Teguh.

Tampilan es dawet berwarna hijau segar ini benar-benar membuat mulut dan lidah segera ingin menyeruputnya.

Ditambah dengan tampilan mangkuk bambu yang memberi kesan estetik dan unik dari Kampoeng Pecel yang banyak ditumbuhi pohon bambu.

Warga desa menjual Dawet Lidah Buaya yang khas dari Kampoeng Pecel, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Warga desa menjual Dawet Lidah Buaya yang khas dari Kampoeng Pecel, Klaten, Jawa Tengah.

Belajar tentang lidah buaya

Tak hanya wisata kuliner saja, wisatawan juga bisa sekaligus belajar mengenai tanaman lidah buaya yang dibudidayakan di tempat ini.

Kamu bisa belajar bagaimana cara menanam lidah buaya, pembibitannya seperti apa bahkan cara membuat es dawet lidah buaya yang asli dari sini.

Baca juga: Umbul Ponggok di Klaten, Wisata Bawah Air yang Instagramable

"Semua ingin tahu bagaimana cara membuat cendol dawet itu bagaimana. Dari Yogyakarta, Solo pada datang mau lihat dan tahu gimana cara buatnya," imbuh dia.

Selain diajak mengetahui seluk beluk aloevera, pengunjung juga bisa belajar mengenai edukasi pertanian.

Mulai dari pembuatan pupuk organik, pupuk kompos, pembibitan dan penyemaian, perawatan hingga cara menanamnya.

Camping Ground di Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Bayat, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Camping Ground di Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo, Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Menginap di tenda

Bagi kamu penikmat alam, Kampoeng Pecel tidak hanya melulu soal wisata kuliner, kamu juga bisa bermalam di tengah hutan bambu yang masih asri ini dengan mendirikan tenda.

Pihak Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo telah menyediakan camping ground atau tempat berkemah lengkap dengan sewa tendanya.

Terdapat beberapa tenda berwarna biru yang sudah disediakan di lahan milik warga desa yang sudah tidak produktif.

Menginap di tenda ini pun tak akan merasa kelaparan, kamu bisa langsung pergi membeli pecel dan tak akan merasa kehausan dengan minum Dawet Aloevera.

 

Jembatan warna merah kuning yang menjadi spot selfie di Kampoeng Pecel, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Jembatan warna merah kuning yang menjadi spot selfie di Kampoeng Pecel, Klaten, Jawa Tengah.

Spot foto selfie

Selain wisata kuliner, tentunya Kampoeng Pecel menawarkan daya tarik wisata berupa spot selfie. Ada beragam spot foto Instagramable yang bisa kamu coba.

Salah satunya adalah spot selfie bernuansa alam dengan ornamen buatan warga desa. Tampak bambu berhiaskan bola-bola berwarna-warni.

Baca juga: Bukit Sidoguro di Klaten, Tempat Wisata Hits Mirip Gardens by the Bay Singapura

Kemudian ada juga spot unik buatan warga seperti papan bertuliskan kata-kata cinta, hingga jembatan bambu penuh warna.

Berfoto di gubuk bambu tempat hidangan pecel disediakan juga tak kalah menarik. Bangunan khas terbuat dari bambu bisa menambah kesan alami dan asri di fotomu.

"Ada gardu pandangnya juga sedang disiapkan, ada gazebo dan lainnya bisa untuk foto," katanya.

Pengunjung berfoto di jembatan selfie Kampoeng Pecel, Klaten, Jawa Tengah.Dokumentasi Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Pengunjung berfoto di jembatan selfie Kampoeng Pecel, Klaten, Jawa Tengah.

Sudah dibuka dengan protokol kesehatan

Kampoeng Pecel ini sudah dibuka dari dua minggu lalu. Kamu bisa mengunjunginya setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Namun, semua pengunjung diwajibkan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, dicek suhu tubuhnya, dan menjaga jarak fisik.

Selain itu, wisatawan juga wajib mencuci tangan dengan sabun atau membawa hand sanitizer.

"Sudah berjalan sekitar dua minggu, tapi bukanya Sabtu dan Minggu. Kalau mau selain hari itu bisa tapi untuk bookingan saja," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER TRAVEL] Hari Libur dan Cuti Bersama 2023 | Batik Air ke Vietnam

[POPULER TRAVEL] Hari Libur dan Cuti Bersama 2023 | Batik Air ke Vietnam

Travel Update
Catat, Cara Beli Tiket Ancol Online untuk Libur Akhir Tahun

Catat, Cara Beli Tiket Ancol Online untuk Libur Akhir Tahun

Jalan Jalan
Hotel di Bali Ini Beri Promo Menginap untuk Nataru Mulai Rp 2,5 Juta

Hotel di Bali Ini Beri Promo Menginap untuk Nataru Mulai Rp 2,5 Juta

Travel Promo
Batik Air dan Thai Lion Air Rute Internasional Akan Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Batik Air dan Thai Lion Air Rute Internasional Akan Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Travel Update
Isu KA Argo Parahyangan Dihapus Saat Ada Kereta Cepat, KAI Ikut Pemerintah

Isu KA Argo Parahyangan Dihapus Saat Ada Kereta Cepat, KAI Ikut Pemerintah

Travel Update
5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

Jalan Jalan
Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Jalan Jalan
Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Travel Update
Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Jalan Jalan
Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Travel Tips
Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Travel Update
3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

Travel Tips
3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

Travel Update
7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

Jalan Jalan
Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.