Kompas.com - 02/11/2020, 12:33 WIB
Bandara Charles de Gaulle, Paris, Perancis. (CNN) Bandara Charles de Gaulle, Paris, Perancis. (CNN)

KOMPAS.com – Bandara Charles de Gaulle di Paris, Perancis berhasil menggeser London Heathrow dari posisi sebagai bandara tersibuk di Eropa akibat pandemi Covid-19.

Melansir Travel and Leisure, Rabu (28/10/2020), Associated Press melaporkan bahwa pandemi membuat penerbangan dihentikan di Heathrow.

Selain itu, bandara tersebut juga tidak menyetujui pengujian penumpang yang membuat angka pengguna bandara turun drastis.

Bandara Heathrow diprediksi akan melayani 22,6 juta penumpang tahun ini dan 37,1 juta pada 2021.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Sabet Predikat Bandara Teraman dari Covid-19

Secara keseluruhan, pendapatan bandara pada 2020 menurun drastis sebanyak 72 persen jika dibandingkan dengan 2019.

Selain itu, bandara tersebut juga melaporkan bahwa mereka kehilangan 1,97 miliar dollar AS pada September 2020 atau setara Rp 28,94 triliun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut The Guardian, Bandara Heathrow telah melayani 18,97 juta penumpang hingga akhir September. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 69 persen pada periode yang sama pada 2019.

London Heathrow International Airport.Dok. London Heathrow London Heathrow International Airport.

Sementara itu, Bandara Charles de Gaulle telah melayani 19,27 juta penumpang pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Bandara Charles de Gaulle telah mengimplementasikan pengujian penumpang yang memungkinkannya membawa lebih banyak penumpang untuk melewati hub Perancis.

“Bandara hub Inggris tidak lagi menjadi bandara tersibuk di Eropa. Pesaing seperti Charles de Gaulle telah melampaui kami dalam hal jumlah penumpang lantaran mereka mendapatkan manfaat dari pengujian” kata pihak Bandara Heathrow melalui sebuah pernyataan, mengutip Travel and Leisure.

Baca juga: Bandara di Italia Sabet Penghargaan Lima Bintang Anti-Covid Pertama di Dunia

Pihak Bandara Heathrow melanjutkan bahwa tanpa langkah cepat untuk pengujian, Britania Raya akan tertinggal lebih jauh di belakang para pesaing Eropa. Pemulihan ekonomi akan gagal dimulai.

Menurut The Guardian, Bandara Heathrow meminta pemerintah Britania Raya untuk berkomitmen dalam memguji penumpang yang tiba pada 1 Desember 2020 untuk melindungi pekerjaan dan pendapatan.

Chief Executive Bandara Heathrow John Holland-Kaye, mengatakan kepada BBC Radio bahwa pengujian penumpang merupakan hal yang tepat untuk dilakukan untuk membantu pemulihan ekonomi.

“Pemerintah lambat dalam melakukan ini. Mereka benar-benar harus maju dan mewujudkannya sebelum awal Desember,” ujar Holland-Kaye.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X