Kompas.com - 05/11/2020, 10:10 WIB
Setup piknik untuk paket Breakfast Alfresco di Mata Langit Influencer []Setup piknik untuk paket Breakfast Alfresco di Mata Langit

KOMPAS.com – Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Hermawan Saputra mengimbau agar masyarakat tahan dulu keinginan untuk melakukan piknik di tengah pandemi Covid-19.

“Semua orang patut refreshing, tapi kondisi sedang pandemi. Piknik itu kebutuhan tresier, bukan primer. Selayaknya memang sabar dan bertahan,” kata dia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Hermawan tidak menampik bahwa semua orang saat ini memang butuh piknik. Namun menurut dia, pandemi belum usai. Bahkan Indonesia masih belum melewati puncak krisis Covid-19.

Baca juga: 5 Tempat Piknik di Yogyakarta, Hutan sampai di Atas Tebing

Dia mengungkapkan, saat cuti bersama pada Mei 2020, masyarakat yang melakukan kegiatan wisata menyebabkan adanya kenaikan kasus 63–90 persen.

“Sekarang dari data, kemarin dari DKI Jakarta sebanyak 655.365 kendaraan keluar untuk berwisata selama cuti bersama,” kata Hermawan.

Jika dalam satu mobil terdiri dari minimal tiga orang, artinya sudah ada sekitar dua juta orang keluar dari Ibu Kota untuk berlibur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi kemacetan.Arimbi Ramadhiani Ilustrasi kemacetan.

“Kalau rata-rata populasi positive rate adalah 10 persen minimal, walau keadaan nasional lebih dari itu yakni 13-14 persen, itu berarti ada 20.000 orang population at risk, berisiko tertular,” lanjut Hermawan.

Melihat 10-14 hari ke depan, Hermawan mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta harus menyiapkan sebanyak mungkin kapasitas pemeriksaan Covid-19, serta pelayanan untuk isolasi mandiri dan perawatan.

Adapun, penyediaan fasilitas tambahan tersebut dirasa akan menambah beban pemerintah. Terlebih, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Baca juga: 5 Tempat Piknik di Bandung, Pas Dikunjungi Bersama Teman dan Keluarga

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Rabu (4/11/2020), data dari Covid19.go.id menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 418.375 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi per 3 November 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.