Putu Radar Bahurekso
Consultant, Corporate Communications and Public Affairs at Klareco Communications

Consultant, Corporate Communications and Public Affairs at Klareco Communications

Melihat Peluang Pariwisata Pasca-Pandemi

Kompas.com - 04/01/2021, 16:47 WIB
Kawasan Objek Wisata Pangandaran, Jawa Barat, dibuka untuk wisatawan saat musim Liburan Tahun Baru di masa pandemi Covid-19. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKawasan Objek Wisata Pangandaran, Jawa Barat, dibuka untuk wisatawan saat musim Liburan Tahun Baru di masa pandemi Covid-19.

Tren ini akibat dari social distancing. Orang-orang menjadi ragu dalam bepergian beramai-ramai ataupun mengunjungi tempat-tempat yang ramai.

Kecenderungan orang dalam berwisata menggunakan jalur transportasi darat juga bisa terjadi. Hal ini bisa jadi merupakan efek dari kebijakan transportasi jalur udara yang memerlukan persyaratan lebih banyak seperti hasil test covid maupun surat keterangan dokter.

Selain itu, faktor belum dibukanya perjalanan ke luar negeri juga bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan minat para wisatawan agar lebih banyak menjelajahi potensi wisata lokal.

Berdasarkan data dari McKinsey & Company, mendorong pariwisata domestik bisa menjadi sebuah cara untuk menangkal hilangnya pemasukan pariwisata akibat tidak adanya wisatawan mancanegara.

Tidak hanya tren pariwisata saja yang berubah, namun situasi pandemi juga telah mengubah kebutuhan orang dalam merencanakan liburannya.

Berdasarkan berita yang dirilis Kompas.com, Ketua dari Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia Azril Azhari mengatakan, salah satu hal yang menjadi pertimbangan masyarakat ketika berwisata adalah soal kebersihan yang sesuai standar protokol kesehatan.

Di samping terkait kebersihan, faktor harga juga masih menjadi pertimbangan masyarakat ketika berwisata. Penerapan protokol kesehatan tentu membuat penyedia layanan wisata melakukan pengeluaran lebih, di sisi lain daya beli masyarakat juga turun akibat situasi ekonomi yang sedang terganggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menarik kembali minat dan kepercayaan masyarakat untuk berwisata

Bagi sebuah bangsa yang kagum dan bangga akan alamnya yang elok, rakyatnya yang majemuk, dan ragam budaya yang beragam, sektor pariwisata bisa dikatakan menjadi salah satu sektor yang sangat penting bagi Indonesia.

Dalam menarik kembali minat dan kepercayaan masyarakat, setiap aktor dalam sektor pariwisata harus mampu bersinergi dengan baik. Mulai dari sisi penerapan kebijakan, konten promosi, hingga komunikasi kepada masyarakat.

Kali ini, pemerintah perlu sigap dalam mengambil kesempatan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kawasan wisata domestik yang selama ini kurang menjadi destinasi favorit. Terlebih lagi di saat kita melihat kemungkinan penerbangan luar negeri butuh waktu yang lebih lama untuk pulih.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.