Kompas.com - 19/01/2021, 21:01 WIB
Wisatawan bermain arung jeram di Wana Wisata Rahong Dok. Instagram @rahong_petak_43cWisatawan bermain arung jeram di Wana Wisata Rahong

Untuk galian pasir atau batu di sungai yang masuk dalam kategori galian C, memengaruhi sebesar 34 persen, penambangan liar di hutan 30 persen, konversi hutan seperti kebun sawit 30 persen, dan pembangunan DAM sebesar 26 persen.

Baca juga: Pasuruan Kembangan Desa Wisata, Salah Satunya Arung Jeram di Sumberrejo

Berbicara tentang pembangunan DAM, Joni menceritakan soal pembangunan yang dilakukan di Sungai Wampu, Sumatera Utara.

“Pembangunan membuat kegiatan aktivitas arung jeram berpikir lagi, karena pembangunan tepat di tengah perjalanan arung jeram bendungannya,” imbuh dia.

Sementara untuk faktor lain yang memengaruhi usaha wisata arung jeram adalah kecelakaan di sungai sebanyak 26 persen, konflik sosial 19 persen, dan peraturan protokol kesehatan sebanyak 6 persen.

Untuk protokol kesehatan, salah satu yang menjadi hambatan adalah kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat yang membuat tamu membatalkan pesanan. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X