Kompas.com - 16/02/2021, 09:24 WIB
Ilustrasi kopi. PIXABAY/COCOPARISIENNEIlustrasi kopi.

UNGARAN, KOMPAS.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX dan PT Dyandra Promosindo mengadakan kerja sama untuk mengembalikan kejayaan kopi Jawa Tengah dalam bentuk Banaran Academy.

Direktur Utama PTPN IX Tio Handoko mengatakan, tujuan utama Banaran Academy adalah membranding robusta Kampung Kopi Banaran sebagai Legend of Java Coffee.

"Selama ini Banaran dikenal sebagai perusahaan yang menanam, mengolah, dan memiliki pabrik, tapi belum teredukasi secara formal," kata dia di Banaran Sky View, Senin (15/2/2021).

Tio mengungkapkan, edukasi tersebut tidak hanya mengajarkan tentang cara membuat kopi, tetapi juga edukasi, bisnis, dan marketing.

Baca juga: Warung Kopi Merapi, Minum Kopi Sambil Nikmati Indahnya Gunung Merapi

 

"All about coffee bisa dipelajari, termasuk manajemen. Ini adalah upaya mengembalikan kejayaan kopi Banaran. Orang Jawa Tengah khususnya dan Indonesia umumnya harus bangga dengan kopi asli," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Tio jika marketshare kopi Banaran bagus, maka akan turut menyejahterakaan masyarakat dan petani kopi.

"Petani kopi kita akui penjualannya membuat sedih karena greenbean-nya murah sebab terlalu banyak rantai. Ini memang dunia usaha. Banaran Academy ini bagian dari menyelamatkan kehidupan petani," ujar dia.

Penandatanganan MoU kerja sama PTPN IX dan PT Dyandra PromosindoKOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Penandatanganan MoU kerja sama PTPN IX dan PT Dyandra Promosindo

Adapun, luas lahan kopi yang dikelola PTPN IX sekitar 1.000 hektar akan ditingkatkan menjadi 1.500 hektare.

"Lokasinya ada di Ungaran, Semarang, dan Bumiayu, tepatnya Kaligua yang dulu menanam teh, tapi kurang produktif dialihkan menanam kopi," tutur Tio.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh mengatakan, Kampung Kopi Banaran memiliki potensi yang luar biasa.

Baca juga: 9 Tempat Ngopi di Yogyakarta dengan Pemandangan yang Instagramable

 

"Kami menggunakan prinsip pengelolaan maju bersama masyarakat, ekowisata yang menghasilkan. Dengan sinergi tersebut, maka brand kopi Banaran bisa menembus pasar nasional dan internasional," kata dia.

Hendra melanjutkan bahwa dirinya akan fokus pada pengembalian kejayaan kopi Banaran. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.