Kompas.com - 10/05/2021, 16:31 WIB
Candi Prambanan, salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Wikimedia CommonsCandi Prambanan, salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

KOMPAS.com – Meski Candi Borobudur tutup pada 8-17 Mei 2021, Candi Prambanan dan Ratu Boko tetap buka dan siap menerima kunjungan wisatawan.

“Karena secara kewilayahan ini khusus untuk Prambanan mengikuti kebijakan DIY. Karena tidak ada keharusan untuk ditutup, sampai sekarang tidak tutup. Sama dengan Ratu Boko,” kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TW) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, Senin (10/5/2021).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa Satgas Penanganan Covid-19 Yogyakarta sudah menekankan kepastian penerapan protokol kesehatan di dua tempat wisata sejarah tersebut.

Baca juga: Itinerary Wisata Candi di Jogja, Jelajah 3 Hari 2 Malam

Saat ini, protokol kesehatan di Candi Prambanan dan Ratu Boko sudah sesuai standar CHSE. Bahkan, dua candi tersebut telah mendapat sertifikasi CHSE.

“Yang diutamakan adalah bagaimana protokol kesehatan harus betul-betul dijaga. Kami terapkan betul-betul, disupervisi dengan bagus,” jelas Edy.

Dengan adanya sertifikasi CHSE, menurut dia protokol kesehatan yang sudah ada dapat menumbuhkan keyakinan bahwa protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan adanya sertifikasi, sudah ada quality control. Kontrol pelayanannya juga ada. Kita ingin ke depannya harus ada kepercayaan publik,” sambungnya.

Batasan kapasitas kunjungan di Prambanan dan Ratu Boko

Saat ini, Candi Prambanan dan Ratu Boko dapat dikunjungi oleh siapa pun termasuk wisatawan yang tiba dari luar Yogyakarta.

Meski wisatawan tidak dibatasi dari mana asal mereka, namun pihak TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko tetap berlakukan kapasitas kunjungan.

Ilustrasi Ratu Boko.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Ratu Boko.

“Prambanan dan Ratu Boko masih buka, hanya pembatasan kita lakukan. Masih 3.000 wisatawan per hari. Protokol kesehatan dijalankan,” ucap Edy.

Terkait daerah asal wisatawan, dia mengatakan bahwa saat ini ada screening di kewilayahan Jawa Tengah menuju Yogyakarta.

Baca juga: Viral di Twitter Netizen Debat Siapa Pendiri Candi Prambanan, Ini Sejarahnya

Menurut Edy, orang-orang dari luar Yogyakarta yang akan berkunjung ke Candi Prambanan dan Ratu Boko relatif sudah melewati tahapan screening tersebut.

“Prinsipnya begini, kebijakan kita masih tetap buka selama tidak ada perintah untuk ditutup. Kalau ada, pasti tutup seperti Candi Borobudur,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.