Kompas.com - 15/07/2021, 07:32 WIB
Kapal pesiar MSC Orchestra berlayar meninggalkan Venesia pada 5 Juni, 2021. Kapal pesiar yang berlabuh di Venesia pada 3 Juni 2021 pertama kalinya dalam 17 bulan itu, mengisyaratkan kembalinya wisatawan setelah pandemi Covid-19, namun membangkitkan amarah orang-orang yang peduli akan dampak dari kapal raksasa tersebut terhadap situs warisan dunia. AFP/MIGUEL MEDINAKapal pesiar MSC Orchestra berlayar meninggalkan Venesia pada 5 Juni, 2021. Kapal pesiar yang berlabuh di Venesia pada 3 Juni 2021 pertama kalinya dalam 17 bulan itu, mengisyaratkan kembalinya wisatawan setelah pandemi Covid-19, namun membangkitkan amarah orang-orang yang peduli akan dampak dari kapal raksasa tersebut terhadap situs warisan dunia.

KOMPAS.com – Italia akan melarang kapal pesiar besar melintasi perairan Venesia mulai 1 Agustus 2021.

Melansir dari Associated Press, keputusan tersebut segera ditindaklanjuti saat rapat kabinet hari Selasa (13/7/2021).

Adapun pelarangan berlaku di cekungan laguna dekat St. Mark’s Square dan Kanal Giudecca. Keduanya merupakan jalur utama di Venesia.

Baca juga: Lestarikan Lingkungan, Kapal Besar akan Dialihkan dari Venesia

Kapal pesiar yang tidak diizinkan melintas adalah kapal yang beratnya lebih dari 25.000 ton atau panjangnya lebih dari 180 meter atau memiliki elemen lain yang dapat merusak lingkungan kota itu.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi menjelaskan, kapal yang tidak termasuk dalam ketentuan tersebut dan dinilai “berkelanjutan” untuk lingkungan kota dapat lanjut berlabuh di Venesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan bahwa umumnya kapal yang tidak termasuk dalam ketentuan tersebut hanya berkapasitas 200 penumpang. Jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kapal pesiar besar yang bisa berisi ribuan penumpang.

Baca juga: Jalan-jalan ke Venesia Italia, Kota di Atas Air yang Selalu Memesona

Kabinet juga meluncurkan mekanisme kompensasi untuk perusahaan navigasi dan lainnya yang terdampak pelarangan itu.

Pemerintah Italia telah menyetujui untuk membangun sedikitnya empat titik berlabuh sementara dekat pelabuhan industri di Marghera, tepatnya di sebelah barat laut Laut Adriatik.

Ilustrasi Italia - Pemandangan perairan Kota Venesia (SHUTTERSTOCK/Yasonya).SHUTTERSTOCK/Yasonya Ilustrasi Italia - Pemandangan perairan Kota Venesia (SHUTTERSTOCK/Yasonya).

Selain melarang kapal pesiar besar, kabinet juga mendeklarasikan jalur air St. Mark’s Basin, St. Mark’s Canal, dan Kanal Giudecca sebagai monumen nasional.

Bulan Juni lalu, Venesia direkomendasikan untuk masuk ke World Heritage in Danger atau daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah oleh UNESCO.

UNESCO menilai, salah satu “ancaman” yang sedang dihadapi Venesia adalah kapal pesiar yang berlayar di perairan pusat kota.

Menteri Kebudayaan Italia Dario Franceschini mengatakan, pemerintah memutuskan bertindak cepat guna menghindari risiko nyata, yakni masuknya Venesia ke daftar tersebut.

Baca juga: Venesia Bakal Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO?

“Keputusan pemerintah telah dinanti oleh UNESCO serta pihak lainnya yang telah ke Venesia dan terganggu dengan adanya kapal berukuran besar melewati tempat terindah dan terapuh di dunia,” kata Franceschini.

Sebelumnya, di awal tahun 2021, pemerintah Italia memutuskan untuk melarang kapal pesiar. Namun, mereka belum memberi kepastian kapan larangan tersebut diterapkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Travel Update
9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X