Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Beda Glamping dan Camping? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Kompas.com - 26/02/2022, 15:03 WIB
Desi Intan Sari,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Akhir-akhir ini yang namanya glamping atau glamour camping bukanlah hal yang baru. Banyak tempat wisata yang menyediakan paket glamping. 

Berbagai paket glamping dari yang harganya murah meriah sampai yang amat mahal dengan harga puluhan juta per malamnya pun ada.

Selain menginap di glamping, ada juga pilihan lain yang lebih terjangkau yakni camping. Namun, apakah kamu sudah tahu perbedaan dari glamping dan camping?.

Baca juga: 8 Festival Unik di Dunia, Ada Lomba Gendong Istri dan Lempar Tomat

Bisa dibilang, perbedaan utama dari camping dan glamping adalah terletak di ukuran tempat dan juga fasilitas yang tersedia. 

Berdasarkan penjelasannya dari kamus Oxford, glamping memiliki arti, jenis berkemah menggunakan tenda dengan fasilitas yang lebih nyaman dan mahal daripada yang biasanya. 

Adapun yang banyak orang tahu bahwa camping memang punya lebih sedikit fasilitas dengan ruangan yang lebih sempit, bahkan biasanya hanya cukup untuk tidur saja tanpa ada ruang lainnya. 

Berikut ini adalah perbedaan dari glamping dan camping berdasarkan dari fasilitas hingga keamanannya, dikutip dari Askanydifference.com, Sabtu (26/2/2022). 

Baca juga: 10 Negara Paling Santai di Dunia, Indonesia Peringkat Pertama

1. Fasilitas glamping dan camping 

Glamping benar-benar menawarkan suasana rumah dengan segala fasilitas dan perabotannya yang nyaman, tempat tidur mewah, sofa, fasilitas hiburan, kamar mandi, dan makanan.

Kemudian untuk camping, semua harus disiapkan sendiri. Wisatawan harus membawa makanan, kantung tidur, hingga barang-barang penting lainnya untuk berkemah. 

2. Pelayanan glamping dan camping

Berbicara soal pelayanan, tentunya sangat berbeda. Saat glamping, semua sudah tersedia. Jika menginginkan suatu layanan, terutama makanan, tinggal minta ke petugas saja. 

Berbeda dengan camping. Semua harus disiapkan sendiri, dari masak, mencari minum, hingga membersihkan tenda. 

Camping ground Taman Langit Pangalengandokumentasi pribadi Taman Langit Pangalengan Camping ground Taman Langit Pangalengan

3. Bentuk glamping dan camping

Bentuk tenda untuk glamping biasanya besar dan mewah, butuh beberapa orang untuk merakitnya, bisa digunakan untuk banyak kegiatan dan pastinya harganya jauh lebih mahal.

Baca juga: 10 Negara Paling Bersih di Dunia, Ada Denmark dan Swiss

Untuk tenda camping lebih kecil dan ringkas, seseorang bisa merapikan dan membawanya dengan mudah jika tak digunakan. 

4. Keamanan glamping dan camping

Keamanan tenda glamping dinilai lebih baik daripada tenda camping karena glamping bisa dikunci. Berbeda dengan tenda camping yang keamanannya kurang. Meski pintunya digembok, tetap saja kain tenda mudah dirusak. 

Selain itu jika sama-sama memilih ditempatkan di alam bebas, tenda glamping lebih aman dari binatang buas daripada tenda camping karena kekuatan bangunannya.

5. Biaya glamping dan camping

Biaya glamping tentu saja lebih mahal daripada camping karena menawarkan kenyamanan dan beragam layanan.

Saat camping, wisatawan biasanya hanya akan menyewa tempat saja, sehingga biayanya jauh lebih murah.

Baca juga: Bumi Perkemahan Glagah Arum Lumajang yang Indah di Kaki Gunung Semeru

Tadi adalah perbedaan dari camping dan glamping, bagi yang ingin liburan dalam waktu lama bersama keluarga glamping lebih cocok untuk dijadikan tempat menginap.

Namun, jika hanya ingin menghabiskan waktu liburan sebentar dan suka dengan sesuatu yang menantang, disarankan untuk memilih camping. Jadi, dari perbedaan tersebut kalian bisa menyaring sendiri mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan glamping ataukah camping

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Travel Update
Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com