Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 18:47 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Payung-payung raksasa di halaman Masjid Baiturrahman Banda Aceh menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik warga setempat maupun dari luar daerah.

Adapun payung ini baru dihadirkan pada 2017.

Payung dengan mesin penggerak elektrik berjumlah 12 itu rupanya hanya dibuka sepenuhnya pada hari Jumat untuk memayungi para jemaah yang melaksanakan shalat Jumat.

"Dibuka full setiap Jumat, kalau hari biasa hanya enam saja," ujar operator payung raksasa Masjid Baiturrahman, Razali kepada Kompas.com di Aceh, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: 11 Tempat Wisata Pantai di Aceh, Air Lautnya Biru Jernih

Tim Merapah Trans-Sumatra 2022 Kompas.com sempat mampir ke masjid bersejarah ini disela perjalan.

Sebab, singgah di Banda Aceh rasanya belum lengkap tanpa berkunjung ke masjid yang menjadi saksi sejarah peristiwa tsunami 26 Desember 2004 silam.

Ketika itu, Masjid Baiturrahman menjadi salah satu tempat berlindung warga setempat, kala banyak bangunan di sekitarnya luluh lantak karena terjangan tsunami.

Meski menyimpan kenangan pilu, masjid yang terus bersolek ini kini menjadi kebanggaan warga Banda Aceh. Termasuk dengan kehadiran payung-payung raksasa yang mirip seperti di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Baca juga: 20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

Nyatanya, kata Razali, warga setempat memang ramai datang pada hari Jumat -ketika seluruh payung raksasa dibuka, untuk mengabadikan gambar.

Dari 12 payung, sebagian lebih tinggi dan lainnya lebih pendek.

Pemandangan Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (29/11/2022) ketika payung raksasa tidak seluruhnya dibuka.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Pemandangan Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (29/11/2022) ketika payung raksasa tidak seluruhnya dibuka.

Pada hari-hari biasa, pihak masjid secara bergantian membuka payung tinggi dan payung pendek pada hari lainnya.

Apalagi, daya yang digunakan untuk membuka payung-payung raksasa itu memang cukup besar. Sekali pompa, dibutuhkan daya listrik hingga 36.000 watt.

"Sekali pompa lumayan (besar). Sampai 36.000 watt," ucap Razali.

Baca juga: 19 Oleh-oleh Khas Banda Aceh, dari Camilan hingga Pakaian Adat

Kami berkesempatan menyaksikan dibukanya payung tersebut, mulai dari menguncup hingga mengembang seluruhnya. Diawali dari payung yang lebih tinggi, kemudian payung yang lebih rendah.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+