Pertama di Indonesia, Festival Kebaya Digelar di Banyuwangi - Kompas.com

Pertama di Indonesia, Festival Kebaya Digelar di Banyuwangi

Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
Kompas.com - 24/04/2017, 11:24 WIB
KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Kebaya karya Lenny Agustin dengan warna-warna cerita pada Festival Kebaya di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Festival Kebaya pada 21-22 April 2017.

Festival yang baru pertama kali digelar di Indonesia tersebut melibatkan 100 desainer kebaya antara lain Ferry Sunarto, Priscilla Saputro, Lenny Agustin, Deden Siswanto, Afif Syakur, Dwi Iskandar, Devy Rose, Inge Chu, Phangsanny, Dedy Delmora, dan Aura Putri.

Hasil karya mereka tampil pada puncak Festival Kebaya di GOR Tawangalun Banyuwangi, Sabtu (22/4/2017) malam.

Sedikitnya ada 200 koleksi kebaya mulai dari kasual, klasik, kontemporer hingga glamour yang diperagakan pada pergelaran malam itu.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Kebaya karya Priscilla Saputra yang ditampilkan pada Festival Kebaya di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017).
Selain itu, puluhan desainer lokal asal Banyuwangi juga ikut menampilkan kebaya hasil karyanya. Mereka mendapatkan pelatihan dari Indonesia Fashion Chamber selama tiga bulan mulai dari teknis pengerjaan kebaya hingga manajemen usaha.

"Malam ini para desainer Banyuwangi juga menampilkan karyanya yaitu Inkubator. Ada beberapa desain kebaya yang mereka buat dan memang harus ada unsur Banyuwanginya untuk menunjukkan jika kebaya Banyuwangi. Liat saja tadi ternyata tradisi Kebo-keboan bisa juga diaplikasikan pada kebaya," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

(BACA: Yuk Datang ke Banyuwangi Long Weekend Ini, Ada Agenda Apa?)

Ia berharap busana kebaya yang ditampilkan pada Festival Kebaya bisa menjadi sumber inspirasi bagi pelaku fashion di Banyuwangi.

Seperti kebaya karya Priscilla Saputro yang menunjukkan keagungan kebaya tradisional untuk pesta. Sementara itu Lenny Agustin menampilkan kebaya dengan warna-warna ceria dengan desain yang simpel dan cocok digunakan untuk mereka yang berjiwa muda.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Monica Weber dengan desain kebaya saat tampil pada Festival Kebaya di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017).
Sedangkan Monica Weber menampilkanya karyanya desain kebaya dengan gaya anggun klasik dengan detail yang mewah.

“Bisnis fashion ini tidak pernah surut. Apalagi kebaya dipakai oleh semua wanita Indonesia di semua daerah. Dengan festival ini kami berharap Banyuwangi akan menjadi salah satu pusat mode kebaya yang diperhitungkan di tingkat nasional,” kata Anas.

Ia berharap nantinya akan muncul desain kebaya khas Banyuwangi yang lahir dari desainer asal Banyuwangi.

Dari Majapahit untuk Dunia

Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma kepada KompasTravel menjelaskan kebaya sudah digunakan sejak masa Kerajaan Majapahit sebagai atasan yang dipadu dengan kain panjang sebagai bawahan.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama para desainer dan model yang mendukung Festival Kebaya di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017).
Kekuasaan Majapahit yang sangat luas membuat kebaya semakin banyak digunakan oleh perempuan-perempuan yang berada di wilayah kekuasaan Majapahit bahkan ke Malaysia hingga Singapura.

"Kebaya ini adalah blouse yang digunakan sejak zaman Majapahit. Biasanya memiliki kerah yang rendah dan memiliki kancing di depan. Atau juga dengan kutubaru yang menyatukan potongan kain bagian dada. selain itu bagian depan biasanya mengerucut di bawah," jelas Ali.

Ia menambahkan kebaya bukan hanya digunakan oleh perempuan-perempuan Jawa tapi hampir di seluruh Indonesia memiliki baju tradional yang berpotongan kebaya. Hal tersebut di pengaruhi oleh Majapahit yang menguasai sebagian besar Nusantara.

Untuk kebaya yang asli, menurut Ali, mengunakan kain beludru warna hitam namun perkembangannya bisa diaplikasikan dengan broklat dan juga batik. Namun sekarang, kebaya bisa digunakan dengan bahan apa saja termasuk denim.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Fashion show Festival Kebaya di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017).
Ali menambahkan saat ini desain kebaya sudah mulai digunakan di fashion tingkat dunia. Ia mencontohkan ada desainer asal Lebanon yang telah menggunakan potongan kebaya dalam setiap baju yang dia gunakan.

"Sekarang yang terpenting adalah bagaimana kebaya dijadikan sebagai identitas nasional dan semakin banyak perempuan yang menggunakan kebaya dalam kesempatan apa pun. Dan kebaya ini sangat bisa diterima di fashion tingkat dunia," pungkasnya.

PenulisKontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM