Ini Tempat Nongkrong Sambil Belajar Sejarah Kota Surabaya - Kompas.com

Ini Tempat Nongkrong Sambil Belajar Sejarah Kota Surabaya

Kompas.com - 10/05/2017, 09:54 WIB
SURABAYA.TRIBUNNEWS.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ Pengunjung Lodji Besar Koffie & Djamoe melihat-lihat produk kaos yang juga dijual di kafe unik di Surabaya tersebut.

SURABAYA, KOMPAS.com - Tidak sulit untuk mencari tempat nongkrong yang nyaman di Surabaya.

Namun apabila yang anda cari adalah tempat kongkow yang unik, Lodji Besar Koffie & Djamoe, bisa jadi salah satu pilihan yang menarik.

"Tak hanya makanan yang berbeda, suasananya pun unik karena di bangunan cagar budaya,” tutur Astuti salah seorang pengunjung Lodji Besar Koffie & Djamoe.

Rumah makan dengan menu tradisional di Jl Makam Peneleh 46 Surabaya ini terdiri dari dua bagian, yaitu teras dan bagian dalam yang dilengkapi AC sehingga terasa sejuk.

Keunikan bentuk bangunan Lodji Besar membuat rumah makan tradisional ini sering jadi kunjungan turis mancanegara.

(BACA: Berkunjung ke Surabaya? Jangan Lupa Membeli 5 Oleh-oleh Ini)

Lodji Besar memang bukan satu-satunya ‘bangunan tua’. Di kawasan yang dikenal sebagai situs kebangsaan itu masih ada beberapa bangunan bersejarah lainnya, seperti Masjid Jamik, rumah HOS Tjokroaminoto, dan rumah kelahiran Bung Karno.

"Setiap orang bisa bikin depot atau resto. Tapi tidak semua orang bisa belajar mengenai sejarah," kata Kuncarsono Prasetya, pemilik Lodji Besar Koffie & Djamoe.

Dari tempat makan yang dikelolanya itu, dia berharap pengunjung juga bisa banyak belajar mengenai masa lalu Surabaya.

“Saya mulai ambil alih bangunan ini sejak tahun 2014. Umur bangunan ini sudah ratusan tahun,” kata Kuncarsono yang juga mantan jurnalis ini.

Pria yang akrab disapa dengan nama Kuncar ini mengaku perlu proses panjang untuk merenovasi bangunan kuno itu sehingga layak dipakai seperti sekarang.

Kuncar membongkar beberapa bagian bangunan tua tersebut sehingga sesuai keinginannya. Selain itu, catnya pun diganti sehingga terlihat lebih menarik perhatian.

"Pagarnya saya ganti persis aslinya, seperti kondisi jaman Jepang," ungkap pria yang juga dikenal sebagai owner busana berlabel Sawoong ini.

Cuma untuk lantai dia tidak bisa membuat seperti aslinya. Karena sudah sulit menemukan keramik yang persis seperti jaman kolonial.

"Saya berharap dari bangunan konservasi ini bisa punya nilai ekonomi," katanya.

Selain sebagai tempat kuliner, Lodji Besar Koffie & Djamoe juga memajang foto dan kaos bergambar bangunan kuno khas Suroboyo.

"Saya ingin sejarah itu tidak membosankan. Melalui kaos ini kita bisa belajar tentang masa lalu Surabaya dengan cara yang berbeda," ucapnya. (Surya)

EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM