Di Mana dan Apa Makanan Favorit Turis Mancanegara saat Wisata Kuliner? - Kompas.com

Di Mana dan Apa Makanan Favorit Turis Mancanegara saat Wisata Kuliner?

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 21/09/2017, 13:28 WIB
Sate lilit khas Bali disajikan dalam Balinese Galore Food Festival, DoubleTree by Hilton Jakarta. Sate lilit khas Bali disajikan dalam Balinese Galore Food Festival, DoubleTree by Hilton Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Liburan dan makan, dua hal yang tak bisa dipisahkan. Demikian juga berlaku bagi turis mancanegara saat berlibur ke Indonesia. Lalu di mana dan makanan pilihan wisata kuliner favorit mereka saat berada di Indonesia?

Managing Director Good Indonesia Food, Astrid Prajogo mengatakan ada beberapa destinasi yang menjadi favorit turis mancanegara untuk berwisata kuliner saat berlibur di Indonesia.

(BACA: Ini 10 Destinasi Wisata Kuliner Prioritas di Indonesia)

"Kalau di Bali itu di Denpasar. Itu ada wisata kuliner di pagi dan sore hari. Mereka melihat Denpasar itu sudah di luar area turis dan sudah masuk di local living-nya," ujar Astrid saat berbincang dengan KompasTravel di sela-sela acara "Workshop Strategi Pemasaran Wisata Kuliner dan Belanja dalam Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara" di Jakarta, Selasa lalu.

(BACA: Gudeg Juminten di Yogyakarta yang Menjaga Kualitasnya Hampir Satu Abad)

Selain itu, lanjutnya, Yogyakarta juga menjadi pilihan turis mancanegara dalam berwisata kuliner. Ada pun tempat yang dipilih untuk wisata kuliner adalah di sepanjang Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Tak seperti rendang di restoran Padang pada umumnya yang berwarna merah. Di RM Pagi Sore, rendangnya berwarna cokelat tua.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Tak seperti rendang di restoran Padang pada umumnya yang berwarna merah. Di RM Pagi Sore, rendangnya berwarna cokelat tua.
"Kalau di Jakarta itu di Sabang. Di Jalan Sabang itu kalau saya bawa ke Nasi Goreng Kebun Sirih, biasanya mereka, komentarnya lucu-lucu, 'ini bisnis idaman karena antrenya gak karu-karuan'," tambahnya.

(BACA: Kisah Nasi Goreng KA Parahyangan yang Melegenda)

Astrid menyebut turis mancanegara juga menyukai makanan seperti babi guling, sate lilit, nasi ayam bila berada di Bali. Sementara, turis mancanegara lebih memilih soto dan gudeg saat ada di Yogyakarta.

"Kalau di Jakarta itu hidangan khas Betawi itu misalnya bubur ayam dan nasi gila. Tak ada yang spesifik. Yang penting otentik makanan Indonesia. Tapi kalau ditanya yang jadi favorit dan bikin nangis itu rendang. Mereka setelah makan itu komentarnya luar biasa. Yang aneh-aneh itu sate kulit dan keong juga dicoba," katanya.

Hidangan gudeg di Warung Makan Gudeg B. Djuminten, Jogjakarta, Minggu (6/8/2017).KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Hidangan gudeg di Warung Makan Gudeg B. Djuminten, Jogjakarta, Minggu (6/8/2017).
Kuliner- kuliner jalanan (street food) diakui Astrid memang digandrungi oleh turis mancanegara saat berlibur di Indonesia.

Berdasarkan pengamatan Astrid, turis mancanegara menyukai lebih dari 60 persen dari keseluruhan paket wisata kuliner yang ditawarkan oleh Good Food Indonesia. Sisanya, turis mancanegara memilih kuliner non street food.

"Di Good Indonesia Food, kami memang menargetkan wisatawan mancanegara. Tamu terbesar kami yang pertama adalah Amerika, Australia, Jerman, Belanda, Perancis, Kanada, Jepang, Taiwan, Hongkong dan negara-negara lain. Mereka semua tertarik sekali dengan street food kita. Karena yang ada dalam benak mereka, Asia itu sama dengan street food," kata Astrid.

Good Food Indonesia adalah tim pencinta makanan yang bekerja untuk melestarikan dan mempromosikan kuliner Indonesia. Good Indonesian Food juga menawarkan paket-paket wisata kuliner ke beberapa destinasi wisata di Indonesia.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM