5 Hidangan Langka di Jakarta yang Jadi Rekomendasi Bondan Winarno - Kompas.com

5 Hidangan Langka di Jakarta yang Jadi Rekomendasi Bondan Winarno

Silvita Agmasari
Kompas.com - 29/11/2017, 21:06 WIB
Gabus pucung salah satu menu khas Betawi yang menggunakan ikan gabus sebagai bahan pokok dan kluwak sebagai bagian dari bumbu dasar. Masakan ini menunjukkan budaya Betawi banyak dipengaruhi tradisi sungai dan rawa.KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTO Gabus pucung salah satu menu khas Betawi yang menggunakan ikan gabus sebagai bahan pokok dan kluwak sebagai bagian dari bumbu dasar. Masakan ini menunjukkan budaya Betawi banyak dipengaruhi tradisi sungai dan rawa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presenter sekaligus pemerhati kuliner Bondan Winarno wafat pada usia 67 tahun, Selasa (29/11/2017). Meski telah meninggal, Bondan menyisakan banyak karya buku kuliner dan jurnalisme.

Salah satu buku kuliner karya Bondan Winarno dan dua orang kawannya Lidia Tanod serta Harry Nazarudin adalah 100 Mak Nyus Jakarta terbitan Penerbit Buku Kompas. Buku ini lantas menyabet penghargaan "Best in the World in 2014” dan “Best of the Best in 2015 Frankfurt Book Fair”.

"Ironis! Di tengah kebangkitan kesadaran akan kuliner tradisional Indonesia yang kini sedang marak berlangsung, kuliner Betawi tetap saja mati suri dengan damai," begitu kutipan Bondan dalam buku tersebut.

Baca juga : Akulturasi Budaya Betawi pada Seporsi Kerak Telor nan Gurih

"Mana ada rumah makan atau restoran besar yang menyajikan masakan Betawi sebagai fokus sajiannya? Mana ada item masakan Betawi yang terwakili dalam menu fine dining beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia?" tulis Bondan di kata pengantar 100 Mak Nyus Jakarta.

Lewat keprihatinan Bondan akan redupnya hidangan khas Betawi, juga semarak hidangan di Jakarta yang seumpama salad bowl nan ramai, Bondan menulis buku 100 Mak Nyus Jakarta.

Inilah lima rekomendasi hidangan khas Betawi yang langka dirangkum KompasTravel dari buku 100 Mak Nyus Jakarta.

1. Gabus Pucung

Ini adalah ikan gabus goreng yang disiram atau dimasak lagi dalam kuah kental kehitaman dari buah pucung. Pucung adalah istilah Betawi dari keluak atau kluwek.

Beda dengan rawon, kuah gabus pucung lebih kental dan kaya bumbu. Gabus Pucung favorit Bondan ada di Ddol Nyak Mai Jakagakarsa, Dapur Betawi di Pondok Cabe, dan RM H Nasun di Jagakarsa.

2. Gurame Pecak

Dalam istilah Jawa pecak adalah pecel atau pecek, yakni proses memecak (menekan dengan ulekan atau penyet). Gurame pecak khas Betawi memiliki dua versi, yakni dengan sambal kacang dan sambal bening tanpa kacang.

Gurame pecak favorit Bondan ada di RM H Nasun di Jagakarsa, warung H Apen di Ragunan, dan H Muhayar di Pasar Minggu.

Seporsi Nasi Ulam Misjaya ini menggunakan bubuk kacang, lalu bihun, kerupuk merah, emping, dan daun kemangi. Setelah itu diguyur kuah semur berbumbu sebelum diberi aneka lauk.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Seporsi Nasi Ulam Misjaya ini menggunakan bubuk kacang, lalu bihun, kerupuk merah, emping, dan daun kemangi. Setelah itu diguyur kuah semur berbumbu sebelum diberi aneka lauk.

3. Nasi Ulam

Nasi ulam adalah nasi putih biasa (bukan nasi uduk) yang diaduk dengan serundeng dan bawang merah serta ditaburi remukan kacang. Dilengkapi dengan topping mihun goreng, cumi kering, dendeng sapi manis, perkedel, dan telur dadar. Semuanya lalu disiram kuah semur tahu kentang. Ditambah daun kemangi serta irisan timun dan taburan kerupuk tapioka.

Nasi ulam tercatat di novel Si Doel Anak Betawi (1932), yang menceritakan Doel kecil membantu Emak berjualan nasi ulam di Jagamonyet yang sekarang dikenal kawasan Harmoni-Petojo. Bondan menyebut jejak pustaka ini menunjukan jika nasi ulam lebih otentik keimbang nasi uduk.

Favorit Bondan adalah Nasi Ulam Misjaya di depan Klenteng Toa Se Bio, Glodok dan Nasi Uduk dan Nasi Ulam H Yoyo di Gang Dodol, belakang Mal Ambassador Kuningan.

4. Sayur Besan

Sesuai namanya, sayur besan menyiratkan hubungan dengan besanan (dalam Betawi besanan sama dengan pernikahan). Sayur ini keluar pada hajatan nikah, dengan ciri khas sayur terubuk yang teksturnya mirip telur ikan terubuk. Sayur terubuk yang langka membuat sayur besan sulit ditemui. Sayur ini ada di Dapur Betawi di Pondok Cabe, tetapi tak disajikan setiap hari.

Sayur babanci, makanan khas Betawi yang hampir punah.KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Sayur babanci, makanan khas Betawi yang hampir punah.

5. Sayur Babanci

Hidangan yang hampir punah ini diduga dari kata Babah-Enci, mengingat penampilannya mirip masakan peranakan China-Melayu. Disebut babanci juga karena masakan ini sulit menemukan identitas, tidak seperti soto, sop, maupun gulai.

Sayur babanci hadir pada Hari Lebaran orang Betawi tertentu, dengan kelas ekonomi tinggi dan tanah luas. Sayur Babanci dapat di pesan di orang Betawi asli seperti Mia Anggraini di Jakarta Timur dengan nomor 0811144451. 

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

PenulisSilvita Agmasari
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM