2017, Angkasa Pura I Layani 89,7 Juta Penumpang - Kompas.com

2017, Angkasa Pura I Layani 89,7 Juta Penumpang

Kompas.com - 15/01/2018, 15:22 WIB
Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (29/11/2017).  ANTARA FOTO/WIRA SURYANTALA Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (29/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2017, PT Angkasa Pura I (Persero) sudah melayani 89,7 juta penumpang. Angka tersebut menggambarkan peningkatan sekitar 5,9 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sekitar 84,7 juta penumpang dari 13 bandara yang dikelola.

"Trafik penumpang tertinggi sepanjang tahun 2017 terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang melayani 21,05 juta penumpang datang dan berangkat atau meningkat 5,3 persen jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 20,01 juta penumpang," kata Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/1/2018).

(Baca juga : Rute Penerbangan Paling Sibuk di Dunia Tahun 2017, Ada Rute Jakarta!)

Menurut Faik, Bandara Adi Soemarmo Solo menjadi yang tertinggi untuk pertumbuhan penumpang yang mencapai 27,2 persen atau telah melayani 2,78 juta penumpang dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,18 juta penumpang datang dan berangkat.

Secara detail sebanyak 89,7 juta penumpang di antaranya terdiri dari 69,8 juta penumpang domestik yang tumbuh 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 66,7 juta penumpang.

Kemudian 14,4 juta penumpang internasional atau tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 13 juta penumpang, dan 5,4 juta penumpang transit atau tumbuh 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,7 juta penumpang.

Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo di Solo, Jawa Tengah.KOMPAS.com/Labib Zamani Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo di Solo, Jawa Tengah.
Selain itu, Faik juga menjelaskan Angkasa Pura I mencatat ada 791,49 ribu pergerakan pesawat sepanjang tahun 2017. Ini meningkat 3,5 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 764,53 ribu pergerakan pesawat.

Jumlah tersebut meliputi 647 ribu pergerakan pesawat domestik, 89 ribu pergerakan pesawat internasional dan 55 ribu pergerakan pesawat lokal.

Trafik pergerakan pesawat tertinggi terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang melayani 148,73 ribu pergerakan pesawat atau meningkat 0,09 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 148,59 ribu pergerakan pesawat.

Kemudian, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan pertumbuhan pergerakan pesawat tertinggi hingga 13,2 persen atau mencapai 113,91 ribu pergerakan pesawat. Tahun sebelumnya hanya mencapai 100,63 ribu pergerakan pesawat baik domestik, internasional dan lokal.

Sementara, untuk trafik kargo ada kenaikan sebesar 11,4 persen yakni 403 juta kilogram, tahun sebelumnya hanya 362 juta kilogram. Jumlah tersebut terdiri dari 334 juta kilogram kargo domestik dan 69 juta kilogram kargo internasional.

Trafik kargo tertinggi terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang melayani 97,65 juta kilogram atau tumbuh 1,4 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 96,28 juta kilogram.

Aktivitas calon penumpang melakukan pendaftaran keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.KOMPAS / IWAN SETIYAWAN Aktivitas calon penumpang melakukan pendaftaran keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Pertumbuhan kargo tertinggi terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, mencapai 37,8 persen atau mencapai 71,06 juta kilogram dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 51,56 juta kilogram.

“Tahun 2018 ini kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang dan seluruh pemangku kepentingan di bandara yang kami kelola dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan. Selain itu kami juga akan memfokuskan diri pada percepatan Proyek Strategis Nasional seperti seperti Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Pembangunan Bandara Internasional Baru Yogyakarta serta Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin serta pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali guna mendukung Bali sebagai tuan rumah IMF World Bank,” kata Faik. (*)


EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X