Salin Artikel

Kisah Perjalanan Stephen Langitan Naik Motor dari Jakarta ke London (2)

Setelah berkisah tentang rencana dan persiapan yang dilakukannya sebelum melakukan perjalanan, Stephen berbagi cerita perjalanan yang telah dilaluinya hingga saat ini berada di Barcelona, Spanyol.

Saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/7/2018), Stephen mengungkapkan, ia memulai perjalanannya dari Jakarta, melintasi Sumatera, kemudian dilanjutkan menyeberang ke Malaysia menggunakan jalur laut.

Sesampainya di Malaysia, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat dengan melewati Thailand, Myanmar, India, Nepal, mendekati Himalaya, kemudian Pakistan ke utara hingga mendekati perbatasan China, kembali ke Pakistan hingga masuk Iran.

“Yang paling berkesan adalah ketika melewati Provinsi Balochistan di Pakistan, di mana saya dikawal polisi selama 6 hari,” ujar Stephen, yang saat dihubungi Kompas.com, tengah berada di Barcelona, Spanyol.

Pengawalan ini dilakukan  karena alasan keamanan. Dalam perjalanan, Stephen harus berulang kali menjawab pertanyaan pihak keamanan di setiap wilayah mengenai negara asalnya.

Hal ini harus dilalui meski menghambat perjalanannya.

“Untuk menentukan rute pakai Google Maps dari smartphone, kemudian dibantu alat GPS yang sudah terpasang di motor,” kata dia.

Ia mengaku lebih memilih melintasi jalur-jalur perdesaan daripada jalur utama di sebuah negara.

Alasannya, Stephen ingin membawa Merah Putih berkibar di pelosok dunia sesuai dengan misi perjalanannya #kibarkanmerahputih. 

Sejauh perjalanan yang telah dilaluinya hingga hari ini, Stephen mengaku, yang paling berkesan adalah saat terjadinya badai gurun di Iran.

“Lintasan yang paling menantang adalah di Iran, ketika melewati badai gurun seharian dan jaraknya 400 kilometer,” ujar Stephen.

Menghadapi kondisi ini, ia menjauh ke arah utara hingga memasuki wilayah Turki, dan kemudian mulai menginjak Eropa.

Pada Selasa (26/6/2018), Stephen tiba di wilayah Yunani, dan pada 6 Juli 2018, ia berada di Roma, Italia.

Lima hari kemudian, pada 11 Juli 2018, Stephen tiba di Monako dan Marseille, Perancis.

Di kota dan negara yang disinggahinya, kisah Stephen, ia bertemu mereka yang menawarkan penginapan. Seperti saat ia tiba di Montpellier, Palavas, sebuah kota kecil di Perancis.

Ia dijamu dan ditawari menginap di rumah salah seorang WNI yang tinggal di sana.

“Selama perjalanan saya mendapat referensi untuk mampir atau menjumpai warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Seperti kemarin, saya bertemu dan menginap di rumah Mas Agus, pedagang pernak-pernik Made in Indonesia yang ada di kota Palavas-les-Flots, kota yang berada di bibir pantai menghadap Mediterrania. Selagi ada tawaran menginap kenapa tidak?” kata Stephen.

Sejak Minggu (15/7/2018) kemarin, ia berada di Barcelona, Spanyol hingga Selasa (17/7/2018) besok.

Rencananya, sebelum masuk ke London, Stephen akan mengelilingi wilayah Eropa, mulai dari Spanyol, Paris, Swiss, Austria, Jerman, Belanda, dan Belgia. 

Perjalanan ini akan ia akhiri di Kantor KBRI London, tepat pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2018.

“Pesannya adalah kemandirian dan perjuangan. Perjalanan ini mengajarkan saya tidak manja, mandiri, berjuang, dan disiplin untuk semuanya,” ujar Stephen.

Selanjutnya, ia akan kembali ke Indonesia melalui jalur darat dan motor yang ia tunggangi akan dikirim menggunakan kapal laut.

Baca: Kisah Perjalanan Stephen Langitan Naik Motor dari Jakarta ke London (1)

https://travel.kompas.com/read/2018/07/16/192612127/kisah-perjalanan-stephen-langitan-naik-motor-dari-jakarta-ke-london-2

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.