Salin Artikel

Tak Hanya Cantik, Ini 5 Fakta Embun Es yang Selimuti Dieng

KOMPAS.com – Fenomena embun es yang melanda Dieng terutama di sekitar komplek Candi Arjuna menjadi perhatian warganet dan wisatawan. Selain langka, embun es yang menyelimuti Dieng memang terlihat cantik.

Namun sebagai wisatawan yang baik, sebaiknya jangan hanya tahu tentang embun es yang cantik. Tapi ketahui pula beberapa fakta seputar embun es yang selimuti wilayah Dieng.

1. Mengancam Petani

Dibalik kecantikan embun es yang menarik para wisatawan, rupanya embun es menjadi ancaman tersendiri bagi petani.

Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono mengatakan embun es cukup tebal menyelimuti lahan pertanian kentang milik warga yang tidak jauh dari kompleks Candi Arjuna. Kondisi tersebut berpotensi mematikan tanaman kentang yang ditanam warga.

"Mei mulai ada bun upas (embun es), tapi tipis. Belum sampai berdampak ke lahan pertanian. Tadi pagi mulai merambah ke tanaman kentang," kata Slamet saat dihubungi, Senin (24/06/2019).

Menurut Slamet, lahan tanaman kentang yang terdampak embun es seluas lima hektar dari total 15 hektar perkebunan yang ada di sekitar Candi Arjuna. Menurutnya, tanaman kentang yang terkena embun es akan layu. Selanjutnya tanaman kentang akan mengering dan mati.

2. Puncaknya di Bulan Agustus

Fenomena embun membeku menjadi es di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, muncul pada saat peralihan musim hujan ke kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan sekitar bulan Agustus.

"Di Dieng memang acap kali muncul, terutama di musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dan juga pada puncak musim kemarau. Diprediksi puncaknya pada Agustus," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/5/2019).

Embun beku di Dieng disebut dengan frost, yaitu uap air yang membeku. Setyoajie menjelaskan fenomena frost yang muncul di Dieng salah satunya dipengaruhi oleh kondisi topografi lokal Dieng.

Menurutnya, beberapa tempat yang berada pada ketinggian, terutama di daerah pegunungan, diindikasikan akan berpeluang untuk mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0 derajat celcius,

Hal itu, kata Setyoajie, disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan. Khususnya pada saat cuaca cerah tidak tertutup awan atau hujan.

Dampaknya adalah uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput.

Fenomena frost oleh masyarakat sekitar disebut dengan "bun upas".

Fenomena frost di Dieng menarik banyak wisatawan. Berbagai wisatawan dari beberapa kota di luar Dieng juga terpantau datang ke sana.

Namun sebelum ke sana, Kepala UPT Pengelolaan Obyek Wisata Banjarnegara Aryadi Darwanto meminta wisatawan yang akan berkunjung di kawasan Dieng melakukan persiapan khusus dengan membawa perlengkapan yang memadai.

"Khususnya untuk wisatawan yang akan menginap, perlu membawa ekstra jaket. Kalau yang mau menikmati sunrise harus membawa kaos kaki, penutup kepala, dan sepatu," kata Aryadi saat dihubungi, Minggu (19/5/2019).

5. Mencapai minus 9 derajat

Tahun ini, embun es terjadi beberapa kali. Namun saat itu suhu udara berkisar antara 1 derajat Celsius hingga 2 derajat Celsius.

Namun pada Senin (24/06/2019) suhu mencapai hingga minus 9 derajat Celcius.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya katanya suhu terendah minus 8 derajat Celsius," ujar Aryadi Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelolaan Obyek Wisata Banjarnegara.

https://travel.kompas.com/read/2019/06/24/220400727/tak-hanya-cantik-ini-5-fakta-embun-es-yang-selimuti-dieng

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Travel Tips
Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Travel Update
Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Travel Update
5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

Travel Tips
4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

Jalan Jalan
Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Wisata Religi Baru di Singkawang

Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Wisata Religi Baru di Singkawang

Travel Update
Rute ke Desa Sembungan dari Dieng, Menuju Desa Tertinggi Pulau Jawa

Rute ke Desa Sembungan dari Dieng, Menuju Desa Tertinggi Pulau Jawa

Travel Tips
COCOTEL Kerja Sama dengan Archipelago Luncurkan Teknologi Hotel Baru

COCOTEL Kerja Sama dengan Archipelago Luncurkan Teknologi Hotel Baru

Travel Update
KAI Terapkan Face Recognition, Naik Kereta Cukup Pindai Wajah

KAI Terapkan Face Recognition, Naik Kereta Cukup Pindai Wajah

Travel Update
DeLoano Glamping Borobudur Kembali Buka, Cocok buat Healing

DeLoano Glamping Borobudur Kembali Buka, Cocok buat Healing

Travel Update
Beragam Kendala Kembangkan Wisata Air Terjun di Manggarai Timur NTT

Beragam Kendala Kembangkan Wisata Air Terjun di Manggarai Timur NTT

Travel Update
Jumlah Tamu Hotel Turun pada Agustus 2022, tapi Nginap Lebih Lama

Jumlah Tamu Hotel Turun pada Agustus 2022, tapi Nginap Lebih Lama

Travel Update
1,73 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 2.000 Persen

1,73 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 2.000 Persen

Travel Update
Digital Nomad yang Tinggal hingga 5 Tahun Bisa Pakai Visa Second Home

Digital Nomad yang Tinggal hingga 5 Tahun Bisa Pakai Visa Second Home

Travel Update
Super Air Jet Buka Rute Surabaya-Kupang, Mulai 14 Oktober

Super Air Jet Buka Rute Surabaya-Kupang, Mulai 14 Oktober

Travel Update
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.