Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bermodal Sejarah Kuliner dan Akulturasi, Salatiga Menuju Kota Kreatif Gastronomi UNESCO

SALATIGA, KOMPAS.com - Kota Salatiga, Jawa Tengah, diusulkan menjadi nominasi Creative City of Gastronomy ke UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Kepastian tersebut diperoleh melalui surat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tanggal 21 Juni 2021.

Menurut Wali Kota Salatiga Yuliyanto, gastronomi mempunyai dimensi yang lebih luas dari sekadar kuliner, yang perjalanannya perlu dipahami dari dimensi histori, sosial budaya, ekonomi maupun dimensi lainnya.

"Sebagai miniatur Indonesia, Salatiga menjadi tempat berbaurnya berbagai etnis dan suku dengan keragaman kuliner dengan cita-rasa uniknya. Kenyataan ini memberikan kesempatan untuk menghasilkan akulturasi bermakna yang menjadi keunikan kota Salatiga, salah satunya beragam kekayaan kuliner," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/6/2021).

Dia juga menyampaikan, Salatiga merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, dengan sejarah panjang kekayaan warisan budaya, salah satunya adalah ragam kuliner.

"Warisan budaya ini merupakan aset penting untuk mengomunikasikan bahwa proses kreatif di Kota Salatiga sudah berjalan sejak lama," imbuhnya.

Dalam sejarah panjang Salatiga, salah satu warisan besar resep makanan Tumpang Koyor, ditemukan dalam naskah Serat Centini tahun 1814.

"Tumpang Koyor adalah sup tradisional yang terdiri dari tahu, tempe atau hidangan berbasis kedelai, dan bahan-bahan unik lainnya. Resep ini kini telah menjadi tempat wisata ikonik di Salatiga dan menu wajib di setiap rumah," kata Yuliyanto.

Kota Terindah di Jawa Tengah

Lebih lanjut, Salatiga terletak di pusat tiga kota penting di Jawa Tengah, yakni Semarang, Surakarta dan Yogyakarta.

"Kota ini dulunya menjadi tempat favorit bagi orang-orang kulit putih di Hindia Belanda untuk hidup, Salatiga sebelumnya ditetapkan sebagai kota jabatan melalui keputusan pemerintah Hindia Belanda dalam lembaran negara bernomor 266 pada tahun 1917," jelasnya.

Kota ini bahkan mendapat julukan Salatiga Dea Schoonnste Staad Van Midden Java atau Salatiga kota terindah di Jawa Tengah.

Sejak tahun 1813, setiap sudut kota Salatiga menawarkan kuliner tradisional yang membuat pengunjung merasakan nuansa nostalgia masa lalu.

Akulturasi dan toleransi di Salatiga

Di samping perjalanan sejarahnya, gastronomi Salatiga telah berkembang sedemikian kreatif.

Proses tersebut dipengaruhi oleh fakta bahwa Salatiga adalah tempat berbaurnya dari 196.082 orang multietnis. Populasi multietnis ini mempromosikan keragaman gastronomi.

"Resep-resep ini diturunkan dari generasi ke generasi, berkembang menjadi culinary fantastis yang hanya ditemukan di Salatiga," kata Yuliyanto.

Berangkat dari kekayaan budaya tersebut, Kota Salatiga mengajukan diri untuk menjadi Kota Gastronomi Histori dalam Jaringan Kota Kreatif Unesco (UNESCO Creative Cities Network/UCCN).

"Upaya ini tidak mudah, mengingat harus melewati tahapan seleksi di tingkat nasional yang dilakukan oleh Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Setiap tahunnya setiap negara diberikan kesempatan untuk mengajukan hanya dua kota untuk masuk dalam UCCN," terang Yuliyanto.

Dalam bidang sosial dan budaya, akulturasi terus berlangsung dan menjadi pendorong penduduk Salatiga untuk semakin menghargai keberagaman dan toleran.

"Tidak mengherankan apabila Salatiga menyandang Predikat Kota Paling Toleran se-Indonesia, Kota Ramah Anak, Kota Ramah HAM maupun predikat dan penghargaan lainnya," imbuh Yuliyanto.

Selain itu, akulturasi juga dinilai sebagai modal untuk meningkatkan kerja sama untuk keberlangsungan proses kreatif. 

"Akulturasi ini merupakan modal sosial yang kuat untuk meningkatkan semangat bekerjasama, sehingga pada gilirannya proses kreatif ini akan terus berlangsung, salah satunya dalam bidang gastronomi ini," ujarnya.

Didukung Menparekraf Sandiaga Uno

Dukungan untuk Salatiga juga ditunjukkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, salah satunya dari unggahan akun Instagramnya. 

Sandiaga menulis, Salatiga memenuhi kriteria untuk masuk ke UCCN. Di antaranya adalah terdapat lebih dari 6.000 UKM kuliner dan tiga pusat studi gastronomi, yakni Pusat Studi Tempe, Pusat Dinamika Usaha Mikro & Kecil (CEMDES), dan Program Studi Teknologi Pangan. 

https://travel.kompas.com/read/2021/06/28/094100527/bermodal-sejarah-kuliner-dan-akulturasi-salatiga-menuju-kota-kreatif

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

Travel Update
Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Jalan Jalan
4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

Travel Update
Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Travel Update
Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 FebruariĀ 2023

Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 FebruariĀ 2023

Travel Update
Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Travel Tips
Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Travel Update
Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Travel Tips
Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Travel Update
Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Jalan Jalan
Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Jalan Jalan
Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Jalan Jalan
Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Travel Update
Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Jalan Jalan
Mumi Tertua dan Telengkap Ditemukan Dekat Piramida di Saqqara, Mesir

Mumi Tertua dan Telengkap Ditemukan Dekat Piramida di Saqqara, Mesir

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+