Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Daftar 10 Kota Paling Tidak Layak Huni di Dunia 2022

KOMPAS.com - Economist Intelligence Unit (EIU) merilis peringkat kota paling layak huni di dunia atau The World's Most Liveable Cities 2022. Sejalan dengan itu, EIU juga merilis peringkat kota paling tidak layak huni di dunia 2022. 

Peringkat tersebut terangkum dalam laporan riset Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship. EIU yang merupakan bagian dari The Economist, rutin mengadakan riset Global Liveability Index. 

Tahun ini, EIU menilai 172 kota dari seluruh negara di dunia. Hasilnya, Wina, Austria menduduki peringkat pertama kota paling layak huni di dunia 2022. Wina berhasil menggeser posisi Auckland, Selandia Baru yang menempati peringkat pertama tahun lalu.

Sebaliknya, Damaskus, Suriah menempati peringkat paling bawah sehingga menjadi kota paling tidak layak huni 2022. Tahun lalu, Damaskus juga menjadi kota paling tidak layak huni karena berada di posisi paling bawah.

Laporan EIU menyatakan, daftar kota yang berada di peringkat sepuluh terbawah cenderung stabil dari tahun lalu. 

“Damaskus, Suriah dan Tripoli, Libya menetap di peringkat paling bawah bersama dengan Lagos, Nigeria, karena mereka menghadapi kerusuhan sosial, terorisme, dan konflik,” tulis ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship, dikutip Kompas.com Sabtu (25/6/2022). 

Metode penilaian 

Mengutip ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship, konsep layak huni adalah kota di seluruh dunia yang menyediakan kondisi kehidupan terbaik bagi warganya. 

Sejumlah indikator utama yang digunakan untuk mengukur kota layak huni adalah stabilitas, kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur.

Setiap indikator diukur menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Untuk metode kuantitatif, setiap faktor tersebut dinilai menggunakan skala dapat diterima, dapat ditoleransi, tidak nyaman, tidak diinginkan, atau tidak dapat ditoleransi.

“Skor tersebut kemudian dikompilasi dan dibobot untuk memberikan total skor dalam rentang 1-100, dimana 1 dianggap tidak dapat ditoleransi dan 100 dianggap ideal,” bunyi ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship. 

Survei dilakukan pada periode 14 Februari 2022 sampai dengan 13 Maret 2022. 

10 kota paling tidak layak huni di dunia 2022

Daftar sepuluh kota paling tidak layak huni didominasi negara Timur Tengah dan Afrika. EIU melaporkan perang, konflik, dan terorisme adalah faktor terbesar yang membebani sepuluh kota tersebut. 

Namun, ada setitik kabar gembira yaitu total skor sembilan kota di peringkat paling bawah itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. 

“Semua kota di peringkat sepuluh terbawah, kecuali Tripoli, mengalami kenaikan skor dibandingkan survei tahun lalu, karena pembatasan Covid-19 telah berkurang,”  bunyi ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship. 

1. Damaskus, Suriah

Damaskus berada di peringkat paling bawah yaitu 172, sehingga ibu kota Suriah ini menjadi kota paling tidak layak huni di dunia 2022. Tahun lalu, Damaskus juga berada di posisi paling bawah dalam laporan Global Liveability Index 2021. 

“Seperti dalam survei tahun sebelumnya, kondisi kehidupan terburuk tetap berlangsung di Damaskus, ibu kota Suriah,” tulis ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship. 

Namun, total skor Damaskus naik dari 26,5 poin tahun lalu, menjadi 30,7 poin. Hal ini menunjukkan sejumlah perbaikan pada indikator pengukuran survei. 

2. Lagos, Nigeria

Kota terbesar di Nigeria ini berada di peringkat 171 dari 172 negara yang disurvei oleh EIU. Posisinya masih tetap dibandingkan tahun lalu, yakni berada di peringkat kedua kota paling tidak layak huni. 

Seperti disampaikan sebelumnya, faktor yang membebani kota ini adalah perang, konflik, dan terorisme. Namun, total skor Lagos naik dari 31,2 poin tahun lalu, menjadi 32,2 poin.

3. Tripoli, Libya

Peringkat Tripoli memburuk dibandingkan tahun lalu. Pada survei tahun ini, ibu kota sekaligus kota terbesar Libya ini berada di peringkat ketiga kota paling tidak layak huni. 

Sedangkan tahun lalu, tripoli berada di posisi keenam kota paling tidak layak huni. Berbeda dengan kota lainnya di peringkat 10 terbawah yang mengalami kenaikan skor, Tripoli justru stagnan sebesar 34,2 poin.  

4. Aljir, Aljazair

Serupa dengan Tripoli, peringkat Aljir juga memburuk tahun ini menjadi kota paling tidak layak huni keempat. Tahun lalu, ibu kota sekaligus kota terbesar di Aljazair ini berada di posisi kelima kota paling tidak layak huni. 

Namun, total skor Aljir naik dari 34,1 poin tahun lalu, menjadi 37,0 poin. 

5. Karachi, Pakistan

Karachi, Pakistan menempati posisi kelima kota paling tidak layak huni 2022. Tahun lalu, kota terbesar di Pakistan ini berada di peringkat ketujuh kota tidak layak huni. 

6. Port Moresby, Papua Nugini 

Ibu kota Papua Nugini ini berhasil memperbaiki posisinya menjadi peringkat keenam kota paling tidak layak huni 2022. Tahun lalu, Port Moresby berada di rangking ketiga kota paling tidak layak huni. 

Total skor Port Moresby naik signifikan dari 32,5 poin menjadi 38,8 poin tahun ini. EIU menilai ada perbaikan pada indikator kesehatan, kebudayaan dan lingkungan, serta pendidikan. 

7. Dhaka, Bangladesh

Serupa dengan Port Moresby, peringkat Dhaka juga membaik menjadi rangking tujuh kota paling tidak layak huni. Tahun lalu, ibu kota Bangladesh ini masih berada di posisi keempat kota paling tidak layak huni. 

Total skor Dhaka naik signifikan dari 33,5 poin menjadi 39,2 poin tahun ini. EIU menilai ada perbaikan pada indikator kesehatan, kebudayaan dan lingkungan, serta pendidikan.

“Dhaka, Bangladesh dan Port Moresby, Papua Nugini masing-masing naik tiga tempat,” tulis EIU dalam ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship. 

8. Harare, Zimbabwe

Posisi Harare menetap dari hasil survei tahun lalu yakni peringkat delapan kota paling tidak layak huni 2022. Namun, total skor ibu kota Zimbabwe ini naik dari 36,6 poin tahun lalu, menjadi 40,9 poin. 

9. Douala, Kamerun

Posisi Douala menetap dari hasil survei tahun lalu yakni peringkat sembilan kota paling tidak layak huni 2022. Namun, total skor kota terbesar di Kamerun ini naik dari 38,6 poin tahun lalu, menjadi 43,3 poin. 

Teheran masuk dalam daftar sepuluh kota peringkat paling bawah dalam survei Global Liveability Index 2022. Padahal tahun lalu, ibu kota Iran ini tidak berada di peringkat sepuluh terbawah.

Dalam Global Liveability Index 2021, peringkat sepuluh kota paling tidak layak huni adalah Caracas, Venezuela. 

https://travel.kompas.com/read/2022/06/25/141000827/daftar-10-kota-paling-tidak-layak-huni-di-dunia-2022

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke