Salin Artikel

Biaya Masuk TN Komodo Naik, Konsep Konservasi Dipertanyakan

KOMPAS.com - Polemik kenaikan tarif masuk Pulau Komodo menuai kritik dari berbagai pihak, yang menganggap adanya ketidaksesuaian konsep konservasi dengan pemberlakuan tarif tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Guru Besar Pariwisata Universitas Trisakti sekaligus Ketua Umum Cendikiawan Pariwisata Azril Ashari.

Ia menilai tidak adanya kaitan antara tingginya kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo dengan urusan konservasi.

"Tidak ada hubungannya antara tiket dengan konservasi, karena biaya konservasi itu adalah biaya pemerintah, sedangkan kita sudah membayar pajak," kata Azril saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/8/2022).

Kata dia, biaya konservasi harusnya masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak, sehingga biaya konservasi ini tidak perlu lagi dibebankan pada masyarakat (wisatawan).

Khususnya pada Pulau Komodo dan Pulau Padar yang menjadi kawasan utama. Jika ingin melihat komodo di kedua pulau ini, maka bisa disediakan alternatif kepada wisatawan berupa alat bantu teropong, untuk mengamati dari jauh.

"Kalau konservasi, seharusnya pulau utama tidak boleh ada wisatawan, betul-betul dikonservasi penuh. Kalau Pulau Rinca boleh, tapi untuk pulau utamanya jangan sama sekali," tuturnya.

Perlu merinci berapa daya dukung fisik zona penyangga

Setelah menetapkan zona utama dan zona penyangga, maka pemerintah seharusnya juga merinci, berapa daya dukung fisik atau physical carrying capacity (PCC) ideal di masing-masing pulau.

Dengan pembatasan kuota kunjungan 200.000 tersebut, mestinya ditentukan pula berapa PCC per hari, serta time in motion studies kawasan.

"Mari kita hitung PCC untuk Pulau Komodo karena di sini kan ada konservasi. Kemudian dihitung pula time in motion studies, berapa yang masuk dan keluar Pulau Komodo harus sama dalam lama waktu yang ditentukan," jelas Azril.

  • Pelaku Wisata di Sikka Ikut Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Per Orang
  • Tarif Pulau Komodo Naik, Ini 5 Pilihan Wisata di Labuan Bajo
  • Tarif Masuk TN Komodo Mahal, Lihat Komodo Bisa di Dampek dan Pota

Dengan begitu, tentu akan diperlukan semacam indikator digital yang memberi informasi jika di kawasan zona penyangga ini sudah melebihi kapasitas.

"Misal, ada lampu yang berubah warna menjadi merah jika over capacity," terang Azril.

Namun, pada intinya, Ia menyarankan bahwa jika memang fokus terhadap konservasi, seharusnya dua pulau inti tidak boleh dikunjungi sama sekali, yakni Pulau Komodo dan Pulau Padar, sehingga habitat komodo tidak terganggu.

"Kalau disebut konservasi, berarti tidak boleh sama sekali. Zona penyangga saja yang boleh. Jangan dijadikan Rp 3,75 juta. Jadi komersialisasi itu, bukan konservasi," pungkas dia.

https://travel.kompas.com/read/2022/08/03/060600127/biaya-masuk-tn-komodo-naik-konsep-konservasi-dipertanyakan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

Jalan Jalan
Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Travel Tips
Survei Google: Minat Wisata Warga Indonesia Saat Ini Lebih Tinggi Dibanding 2019

Survei Google: Minat Wisata Warga Indonesia Saat Ini Lebih Tinggi Dibanding 2019

Travel Update
Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta Targetkan 1 Juta Wisatawan

Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta Targetkan 1 Juta Wisatawan

Travel Update
Desa Wisata Hanjeli, Tawarkan Eduwisata Pangan yang Hampir Punah

Desa Wisata Hanjeli, Tawarkan Eduwisata Pangan yang Hampir Punah

Jalan Jalan
Tren Pariwisata Indonesia Menurut Google, Healing Jadi Kata Populer

Tren Pariwisata Indonesia Menurut Google, Healing Jadi Kata Populer

Travel Update
Wisata Sekaligus Olahraga, Cara Jitu Nikmati Indahnya Labuan Bajo

Wisata Sekaligus Olahraga, Cara Jitu Nikmati Indahnya Labuan Bajo

Travel Update
5 Tips ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jakarta

5 Tips ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jakarta

Travel Tips
Seharian di Blok M, Main ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Seharian di Blok M, Main ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Itinerary
3 Tips Trekking di Gunung Kapur Batu Katak, Langkat

3 Tips Trekking di Gunung Kapur Batu Katak, Langkat

Travel Tips
Pantai di Gunungkidul Makan Korban Lagi, Ini Tips Aman Saat Berkunjung

Pantai di Gunungkidul Makan Korban Lagi, Ini Tips Aman Saat Berkunjung

Travel Tips
3 Cara Packing Sebelum Trekking, Pemula Wajib Tahu

3 Cara Packing Sebelum Trekking, Pemula Wajib Tahu

Travel Tips
Jangan Lakukan 2 Hal Ini bila Bertemu Satwa Liar Saat Trekking

Jangan Lakukan 2 Hal Ini bila Bertemu Satwa Liar Saat Trekking

Travel Tips
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.