Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Lebaran 2023 Usai, Kampung Warna Jodipan di Malang Masih Dikunjungi Turis Asing

MALANG, KOMPAS.com - Kampung Warna Warni Jodipan di Kota Malang, Jawa Timur masih menjadi destinasi favorit meskipun usai libur Lebaran 2023. Nampak wisatawan lokal dan asing mendatangi lokasi tersebut pada Kamis (27/4/2023).

Pengurus Kampung Warna Warni Jodipan, Agus Kodar mengatakan, kunjungan saat momen libur Lebaran 2023 meningkat dibandingkan hari-hari biasanya.

Dalam sehari, Kampung Warna Warni Jodipan bisa dikunjungi rata-rata sekitar 200 wisatawan. Keramaian terlihat mulai saat siang hingga sore hari.

"Hari biasa antara 60-100 orang, itu didominasi turis asingm seperti Rusia, Perancis, Australia, dan Korsel," kata Agus kepada Kompas.com, Kamis (27/4/2023).

Ia melanjutkan bahwa selama libur Lebaran 2023, jumlah turis domestik dan asing cukup berimbang. Turis domestik kebanyakan dari Bandung dan Jakarta yang datang bersama keluarga.

Persiapan Kampung Warna Jodipan sambut libur Lebaran 2023

Agus mengatakan, tidak ada persiapan khusus sebelumnya untuk menyambut wisatawan saat libur Lebaran 2023. Pihaknya hanya melakukan pengecatan rutin area kampung yang sudah dilakukan sekitar lima bulan lalu.

"Sama pengawasan aliran Sungai Brantas disiagakan karena wisatawan tidak memahami aliran arus sungai, keamanannya saja yang dipersiapkan," katanya.

Menurutnya, saat ini Kampung Warna Warni Jodipan menjadi destinasi wisata jujugan bagi turis asing. Mereka berminat datang ke kampung tersebut setelah melihat pengalaman saudara atau teman-temannya yang sudah pernah berkunjung.

"Kadang mereka melihat di Instagram, itu seperti teman-temannya atau saudaranya pernah kesini, terus momen berfoto disini dishare, mereka jadi tahu," katanya.

Kampung Warna Warni Jodipan ini telah menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Malang sejak beberapa tahun lalu. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp 5.000 saja sudah dapat menikmati suasana beragam spot foto yang Instagramable.

Dilihat ke dalam, di Kampung Warna Warni Jodipan terdapat dinding-dinding rumah warga yang dicat beraneka warna, begitu juga jalanannya. Kemudian, wisatawan juga bisa berfoto dengan latar tangga dan gang dengan berbagai dekorasi di atasnya.

"Kecendrungan wisatawan asing menikmati kultur yang ada di kampung ini, kalau wisatawan lokal lebih banyak foto-fotonya," katanya.

Selain itu, terdapat pula jembatan kaca di atas Sungai Brantas yang telah menjadi ikon kampung ini sejak 2015 lalu.

Sebagai informasi, jembatan kaca ini memiliki panjang 25 meter dengan lebar 1,25 meter dan menghubungkan antara Kampung Warna Warni Jodipan dengan Kampung Tridi yang ada di sebelahnya.

"Kapasitas jembatan tersebut sekitar 50 orang, sebenarnya bisa lebih tapi amannya segitu. Ketika malam hari, jembatan kaca ini ada lampu warna warni yang menarik," katanya.

Menurutnya saat ini homestay tengah dibutuhkan oleh wisatawan yang ingin menginap di sekitar Kampung Warna Warni Jodipan. Peminatnya terutama wisatawan luar daerah dan asing yang ingin membaur dengan kehidupan warga di sekitar sungai.

"Kalau di rumah-rumah warga tidak bisa karena sudah padat, satu rumah bisa dua KK (Kartu Keluarga), perlu bangunan baru. Kami berharap ada support dari pemerintah atau CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan, karena ini dibutuhkan oleh wisatawan," katanya.

https://travel.kompas.com/read/2023/04/27/203100927/lebaran-2023-usai-kampung-warna-jodipan-di-malang-masih-dikunjungi-turis

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke