Menikmati "Sunset" di Pura Batu Bolong

Kompas.com - 08/07/2013, 08:27 WIB
Menyaksikan matahari terbenam (sunset) di Pura Batu Bolong, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/6/2013). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAMenyaksikan matahari terbenam (sunset) di Pura Batu Bolong, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/6/2013).
EditorI Made Asdhiana
NAMA pantai Senggigi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah tidak asing lagi di telinga wisatawan dalam dan luar negeri.  Obyek wisata pantai Senggigi merupakan pelopor dalam memperkenalkan pariwisata Lombok ke luar negeri.

Tahun 80-an, di sepanjang pantai di kawasan ini masih dipenuhi pohon kelapa, jalanan kurang terawat dan sempit. Namun, kini Senggigi berubah menjadi obyek wisata terkenal di Pulau Lombok. Siang hingga sore hari selalu diramaikan wisatawan. Apalagi malam hari, kehidupan malam pun dimulai dengan menjamurnya restoran dan kafe di kawasan itu.

Melihat matahari terbenam (sunset) merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan di sepanjang pesisir pantai barat Pulau Lombok. Banyak tempat untuk melihat sunset dengan latar belakang Gunung Agung di Pulau Bali.

Salah satunya adalah Pura Batu Bolong. Lokasi Pura Batu Bolong tak jauh dari Senggigi. Bila Anda hendak menuju Senggigi dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB, pasti melewati Pura Batu Bolong.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pura Batu Bolong di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pura Batu Bolong mengingatkan akan keberadaan Pura Tanah Lot di Tabanan, Bali, yang sama-sama berada di pinggir pantai. Hanya saja Pura Batu Bolong dengan pasir hitamnya memiliki lubang atau bolong di tengahnya sehingga dinamakan batu bolong.

Sejarah keberadaan Pura Batu Bolong tak lepas dari perjalanan seorang pendeta Hindu dari Jawa Timur, Dang Hyang Dwijendra ke Pulau Lombok yang melakukan perjalanan dari Jawa dan Bali. Beliau kerap berpindah-pindah tempat.

Selain mengelilingi pantai selatan Pulau Bali, beliau melanjutkan peralanan spiritual ke kawasan Bali Utara. Seperti Pura Pulaki hingga ke Pura Ponjok Batu, sebelum melanjutkan perjalanan menyeberang ke Pulau Lombok.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pura Batu Bolong di Pulau Lombok, NTB.
Di tempat terakhir itulah Dang Hyang Dwijendra disebutkan sempat menolong beberapa orang bendega atau nelayan perahu yang karam dekat Ponjok Batu. Para bendega asal Lombok yang diselamatkan beliau itu konon turut mengantarkan Dang Hyang Dwijendra yang juga disebut dengan nama Ida Peranda Sakti Wawu Rauh sampai ke Lombok dan menjejakkan kaki di Batu Bolong.

Bagi umat Hindu, Pura Batu Bolong yang berhadapan dengan Selat Lombok dan Gunung Agung di Bali ini memiliki atmosfer spiritual yang mampu memberikan kedamaian dan ketenangan bagi para umat yang bersembahyang di pura ini.

Minggu (30/6/2013), lima pemenang kompetisi foto "Explore Indonesia" yang diadakan Burufly.com tiba di Pulau Lombok untuk memulai kegiatannya berburu foto di obyek-obyek wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kelima pemenang itu adalah Irvan Darmawan, Hadi Setia Darma, Afriandi, Tirta Subhakti Winata, dan Hendro Jap.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X