Jakarta Layak sebagai Pusat Kuliner Kaki Lima

Kompas.com - 01/08/2013, 11:39 WIB
Penjual kerak telor meramaikan acara Festival Palang Pintu di Jalan Kemang, Jakarta, Sabtu (8/6). Festival budaya dan kuliner Betawi tersebut diselenggarakan ke delapan kalinya dalam rangka HUT DKI ke-486. Festival akan berlangsung 8-9 Juni 2013

Kompas/Lucky Pransiska (UKI)
08-06-2013 LUCKY PRANSISKAPenjual kerak telor meramaikan acara Festival Palang Pintu di Jalan Kemang, Jakarta, Sabtu (8/6). Festival budaya dan kuliner Betawi tersebut diselenggarakan ke delapan kalinya dalam rangka HUT DKI ke-486. Festival akan berlangsung 8-9 Juni 2013 Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 08-06-2013
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar kuliner Bondan Winarno mengatakan, Jakarta layak menjadi pusat kuliner kaki lima. Dengan menjadi pusat kuliner, nantinya juga akan tumbuh menjadi tempat wisata. "Dari segi ragam masakan, Jakarta ini kaya sekali," tutur Bondan di sela-sela penganugerahan World Street Food Master di Gandaria City, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Namun, tegas Bondan, kuliner kaki lima di Jakarta belum dikelola dengan baik. "Belum ada jajanan kaki lima yang derajatnya diangkat tinggi," katanya.

Bondan melanjutkan, sebagai contoh bisa melihat Singapura yang telah memajukan kuliner kaki lima. Menurutnya, kemajuan kuliner kaki lima di sana tak lepas dari adanya campur tangan pemerintah. "Harga makanan di Singapura cukup murah. Dengan dua dollar bisa mendapatkan makanan di kaki lima. Mereka di sana ekonomi kerakyatan difasilitasi oleh pemerintah," katanya.

Selain itu, pedagang makanan di Singapura telah menerapkan manajemen penyajian dengan mengutamakan kebersihan makanan. "Di sana (Singapura) diajari cara mencuci piring yang benar itu gimana. Juga tidak ada orang ngeracik makanan terus dia nerima uang. Pedagang Singapura kalau terima uang pasti ada orang lain. Tidak langsung dia memegang uang. Kalaupun terima pasti dia lepas sarung tangannya lebih dahulu," papar Bondan.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Warung Nasi Bebek Mak Isa di Jalan Raya Bekasi Timur, Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2013).
Hal demikian, menurut Bondan, dilakukan untuk menjaga kebersihan makanan yang disajikan. Karena uang merupakan sumber tempat berkumpulnya bakteri. Sangat tidak baik jika berinteraksi langsung dengan makanan.

Untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat kuliner kaki lima tersebut, Bondan menegaskan diperlukan seorang yang berani mendobrak dan mengubah citra kuliner kaki lima. "Kita perlu seorang yang berani mendobrak, berani mengubah dan membawa visi bahwa makanan kaki lima menjadi kebanggaan kita," kata Bondan.

Sehingga turis asing maupun wisatawan lokal yang datang ke pusat kuliner kaki lima mereka percaya tak akan sakit setelah makan di sana. Juga mendapatkan rasa aman karena tidak ada pencopet dan pengamen yang mengganggu suasana makan mereka. "Dengan begitu kita buat mereka (pedagang kaki lima) bangga menjadi kaki lima," tambah Bondan.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Warga antre untuk menikmati sop kaki kambing di Warung Sop Kaki Kambing Khas Betawi Bang Karim di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Travel Update
Disparbud Garut: Cuti Bersama 2021 Dipangkas Pengaruhi Pendapatan Warga

Disparbud Garut: Cuti Bersama 2021 Dipangkas Pengaruhi Pendapatan Warga

Travel Update
Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Travel Update
Longsor di Cilawu Garut, Desa Wisata Dayeuhmanggung Tidak Terdampak

Longsor di Cilawu Garut, Desa Wisata Dayeuhmanggung Tidak Terdampak

Travel Update
Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Travel Update
7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X