Kompas.com - 06/09/2013, 14:06 WIB
Buku Crazy Little Heaven karya Mark Heyward berjejer di rak toko buku Periplus, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2013). KOMPAS.COM/TRI WAHYUNIBuku Crazy Little Heaven karya Mark Heyward berjejer di rak toko buku Periplus, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2013).
Penulis Tri Wahyuni
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com – "Crazy Little Heaven" merupakan buku yang ditulis oleh seorang pria berkebangsaan Australia yang bernama Mark Heyward. Buku yang berkisah tentang perjalanan Mark selama 20 tahun di Indonesia ini diluncurkan Kamis (5/9/2013) di Periplus, Kemang, Jakarta Selatan.

Buku setebal 253 halaman dengan dominan sampul berwarna oranye ditulis dalam Bahasa Inggris. Crazy Little Heaven memiliki dominan latar cerita di Pulau Kalimantan atau Borneo.

“Ceritanya di sini tentang perjalanan kita mulai dari Samarinda sampai Pontianak. Itu cerita intinya untuk buku ini,” tutur Mark dalam bahasa Indonesia.

Selain menceritakan tentang perjalanan yang tak terlupakan, buku ini juga berkisah tentang perjalanan cinta Mark dan istrinya.

Mark Heyward, pergi ke Indonesia untuk mengajar di sekolah kecil di Kalimantan. Ia memberi judul buku Crazy Little Heaven karena saat ia berada di Indonesia ia merasakan sesuatu yang “gila” yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Crazy in a good way," tutur Mark.

Buku ini tidak hanya menceritakan sebuah perjalanan secara biasa, bahkan Mark mengungkapkan ia seperti bertemu dengan “surga dunia” ketika berada di Indonesia.

“Ini tentang real Indonesia. Bagaimana kehidupan dan keluarga, bagaimana jalan-jalan di hutan, bagaimana di kampung-kampung, di kota-kota juga. Banyak cerita tentang, What I call the real Indonesia,” tambah Mark.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini memang bukunya ringan untuk baca-baca tentang pengalaman dan travel,” kata Mark.

Bagian buku yang paling menarik, menurut Mark, adalah ketika ia menceritakan tentang pengalaman mudik bersama istrinya. Di kampung istrinya di Yogyakarta, Mark mengaku mendapat banyak pelajaran tentang keluarga, dan terutama tentang agama.

Selain dipasarkan di Indonesia, buku ini juga akan dipasarkan di Australia dan New Zealand. Untuk peluncuran buku di Australia baru akan dilakukan pada 18 September 2013.

“Di Australia banyak kesalahpahaman tentang Indonesia. Ada sebagian yang tahu persis, tapi lebih umum banyak yang tidak tahu. Kita harap buku ini bisa memberikan pengalaman lebih mendalam tentang Indonesia,” harap Mark untuk kehadiran bukunya di Australia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Travel Update
Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Travel Update
2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

Jalan Jalan
Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.