Kompas.com - 24/09/2013, 13:02 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menguji coba Jalan Tol Bali, Selasa (25/6/2013). RUMGAPRES/ABROR RIZKIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menguji coba Jalan Tol Bali, Selasa (25/6/2013).
EditorI Made Asdhiana
NUSA DUA, KOMPAS — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan jalan di atas perairan (jalan tol) Bali sepanjang 12,7 kilometer yang terbentang Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa mampu menjadi ikon pariwisata baru. Keberadaannya diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat ”Pulau Dewata”.

”Selesainya jalan tol ini merupakan bagian percepatan perekonomian, tak hanya untuk Bali, tetapi juga wilayah Nusa Tenggara. Ini menjadi ikon pariwisata baru di Bali,” kata Presiden pada peresmian jalan tol di depan Gerbang Tol Nusa Dua, Senin (23/9/2013).

Presiden mengingatkan agar PT Jasamarga Bali Tol mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas pengguna jalan tol. Pelayanan terbaik, cepat, aman, dan murah ditekankan Presiden karena jalan tol ini merupakan salah satu daya dukung Bali yang sering menjadi tuan rumah pertemuan internasional, terutama KTT APEC, Oktober mendatang.

”Bali harus bangga memiliki tol yang indah ini. Maka, jaga dan rawat jalan tol ini,” kata Presiden. Ia juga menyatakan kebanggaannya karena pembangunan tol ini sepenuhnya karya anak bangsa. Kebanggaan lainnya adalah pembiayaan pembangunan tol senilai Rp 2,48 triliun tersebut tidak menggunakan dana negara (APBN) dan murni konsorsium.

Pada peresmian itu, Presiden menamai tol tersebut Jalan Tol Bali Mandara. Menurut Presiden, Bali Mandara cocok menggambarkan Bali yang agung, aman, damai, dan sejahtera.

Seusai meresmikan, Presiden dan Ny Ani Yudhoyono menumpang mobil melintasi jalan tol dari pintu satu Gerbang Tol Nusa Dua.

Hadir pada peresmian, antara lain, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Bupati Badung AA Gede Agung, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan sejumlah menteri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tol ini akan memperkuat keberadaan Bandara Internasional Ngurah Rai, mengatasi kemacetan, dan memperkuat kawasan perkotaaan di Bali selatan. Selama pengerjaan, proyek ini melibatkan 3.000 pekerja selama sekitar setahun. Setiap hari diperkirakan dilintasi 39.000 kendaraan.

Setelah peresmian, jalan tol dapat dilintasi secara gratis selama sepekan. Selanjutnya akan dikenakan tarif Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 4.000 untuk kendaraan roda dua.

Mengenai persoalan lingkungan, pengelola menanam 16.000 pohon bakau di sekitar jalan tol. Penanaman ini dijanjikan akan terus berlanjut.

Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana KG Dharma Putra mengatakan, pihaknya turut mengawasi kelanjutan pengembalian lingkungan dari dampak pembangunan tol. (AYS)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.