Kompas.com - 10/10/2013, 10:05 WIB
EditorI Made Asdhiana
TURIS mengalir kian deras ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, beberapa tahun terakhir ini. Hotel, kafe, restoran, dan agen perjalanan wisata tumbuh bak jamur pada musim hujan. Namun, warga setempat tergagap-gagap. Mereka tampak belum siap menghadapi ”gegar” tersebut.

Perlahan tetapi pasti, warga lokal tersudut di tengah gempita turisme di Labuan Bajo. Tak sedikit dari mereka yang hanya menjadi penonton di antara lalu lalang turis lokal dan asing yang tengah menikmati kekayaan dan keindahan Indonesia timur.

Sebuah peristiwa tahun 2010 menggugah keprihatinan Doni Parera. Suatu ketika, seorang tukang ojek bertengkar dengan turis asal Australia gara-gara salah paham. Sesampai di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, turis itu meminta diantarkan ke hotel. Dia meminta tukang ojek mengantarnya ke beberapa hotel sebelum mengambil keputusan menginap di satu hotel.

”Si tukang ojek memberikan penawaran dengan kata five, five, five! Si turis pun sepakat, dia berpikir tarif ojeknya Rp 5.000. Namun, setelah sampai di hotel, si tukang ojek menolak ketika disodori uang pecahan Rp 5.000. Dia minta Rp 50.000,” kata Doni.

Si turis bersikeras telah ada kesepakatan harga, yakni Rp 5.000, untuk jasa ojek dari bandara ke hotel. Jaraknya hanya sekitar 3 kilometer. Namun, si tukang ojek tak mau menerima pembayaran Rp 5.000. Dia meminta Rp 50.000 meski sebelumnya berkali-kali bilang ”five” kepada si turis saat memberikan penawaran.

Persoalan komunikasi ternyata tak hanya dihadapi tukang ojek sebagai profesi yang terbilang sering berhubungan dengan turis asing di Labuan Bajo. Kesalahpahaman juga dialami seorang penjual martabak di salah satu sudut kawasan kota. Karena tak paham bahasa Inggris, dia bertengkar dengan seorang turis. Si turis menolak membayar satu porsi martabak yang dia pesan karena rasa martabak tak sesuai pesanannya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sejak itu, ujar Doni, si penjual martabak tak lagi melayani pembelian dari turis asing. ”Dia trauma, tak ingin repot dan bertengkar mulut lagi dengan turis gara-gara kesalahpahaman berkomunikasi,” cerita warga Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, ini.

Kursus bahasa

Dengan niat membantu tetangga dan warga kotanya, Doni nekat membuka kursus bahasa Inggris secara gratis pada 2011. Pelatihan digelar selama tiga bulan dengan dua-tiga kali pertemuan dalam sepekan. Targetnya, peserta bisa menguasai teknik percakapan dasar bahasa Inggris sehingga tidak muncul kesalahpahaman lagi antara wisatawan dan warga setempat.

Doni terbilang bermodal nekat terkait niatnya membuka kursus bahasa. Sebab, tidak ada modal lain selain kemahirannya berbahasa Inggris. Beruntung ada seorang pemilik toko penyedia jasa dan peralatan menyelam yang bersedia meminjamkan lantai dua tokonya sebagai tempat kursus dan memberikan donasi untuk keperluan administrasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aktivitas di Plunyon Kalikuning, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Aktivitas di Plunyon Kalikuning, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Menyusuri Sawah Terasering yang Instagramable di Perbukitan Flores

Menyusuri Sawah Terasering yang Instagramable di Perbukitan Flores

Jalan Jalan
Rute dan Jadwal Bus Uncal, Wisata Gratis Keliling Bogor

Rute dan Jadwal Bus Uncal, Wisata Gratis Keliling Bogor

Jalan Jalan
Tips Wisata ke Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara di Bandung

Tips Wisata ke Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara di Bandung

Travel Update
Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta Dijadikan Foto Perangko

Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta Dijadikan Foto Perangko

Travel Update
Lomba Lari dengan Suasana Bukit dan Pedesaan Asri di Kendal

Lomba Lari dengan Suasana Bukit dan Pedesaan Asri di Kendal

Travel Update
Dari Wisata Alam hingga Kuliner, Berikut 3 Kegiatan Menarik di Likupang

Dari Wisata Alam hingga Kuliner, Berikut 3 Kegiatan Menarik di Likupang

Jalan Jalan
Daftar Libur Nasional Juni sampai Desember 2022, Masih Ada 7 HariĀ 

Daftar Libur Nasional Juni sampai Desember 2022, Masih Ada 7 HariĀ 

Travel Update
Jelajah Surga Wisata Air Terjun di Flores Barat NTT, Ada Cerita Mistis

Jelajah Surga Wisata Air Terjun di Flores Barat NTT, Ada Cerita Mistis

Jalan Jalan
Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Travel Tips
Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Travel Tips
Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.