Kompas.com - 12/10/2013, 09:34 WIB
EditorI Made Asdhiana

Masyarakat Bunaken dijadikan pekerja di cottage dengan upah rendah, tak sampai Rp 1 juta per bulan. Persoalan menjadi runyam karena perahu-perahu milik warga yang dijadikan transportasi wisata sebagai ladang meningkatkan pendapatan kalah bersaing dengan perahu dari Manado dengan pemodal kuat.

Warga Bunaken semakin tergusur dengan kehadiran pedagang dan penyewa alat selam yang didominasi pendatang.

Warga Bunaken pun harus gigit jari karena pendapatan dari wisata Bunaken dikelola Badan Pengelola Taman Nasional Bunaken (BPTNB) yang didirikan Pemerintah Provinsi Sulut sejak tahun 2000 tak seluruhnya dikembalikan ke Bunaken.

Ketua BPTNB Sulawesi Utara Boy Toloh menyebut pendapatan wisata dari pungutan pin menyelam untuk turis tahun 2012 Rp 1,5 miliar harus dibagi ke pemerintah provinsi dan tiga daerah, yakni Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Kota Manado. Setelah itu pendapatan juga dibagi untuk wilayah sekitar Pulau Bunaken, sisanya dipakai biaya operasional.

Untuk Kelurahan Bunaken, obyek wisata selam hanya menerima Rp 30 juta setiap tahun. Menurut Boy Toloh, BPTNB mengutip pin sekali menyelam Rp 150.000 untuk turis asing dan Rp 75.000 turis lokal.

Kehidupan ekonomi dan minimnya infrastruktur di Bunaken membuat warga harus berjibaku hidup sehari-hari. Sebagian dari mereka memilih kembali jadi nelayan, yang lain berdagang pisang goreng dan menyediakan kopi serta teh panas yang dijual di pantai. Ada pula yang menjadi pemulung kemasan air mineral. Hasil itu jelas tak sebanding dengan kenaikan harga bahan pokok belakangan ini.

Namun, Yohana Bangselang (53), warga, bersyukur setelah listrik hadir 24 jam di Bunaken. Sejak Februari 2011, warga Bunaken dapat menikmati listrik sepanjang hari setelah PT PLN membangun PLTS di sana. ”Dulu listrik hanya 10 jam,” katanya.

Yohana mengatakan, listrik 24 jam di Bunaken merupakan ”mimpi” yang menjadi kenyataan. Kini, Yohana dan warga Bunaken bermimpi agar air bersih dan kesejahteraan segera hadir di tengah mereka. Teruslah bermimpi orang Bunaken. (ZAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.