Tips Aman Membeli Tiket Pesawat "Online" - Kompas.com

Tips Aman Membeli Tiket Pesawat "Online"

Kompas.com - 21/12/2013, 14:10 WIB
ARSIP AIRASIA INDONESIA Lima Check-in kiosk AirAsia Indonesia di lobby Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (20/11/2013).
JAKARTA, KOMPAS.com - Semakin tingginya minat orang pelesir, makin meningkat pula pembelian tiket pesawat. Apalagi belakangan pembelian tiket dipermudah dengan adanya penjualan secara dalam jaringan (online) oleh para penyedia jasa perjalanan.

Dengan kemudahan yang diberikan, juga harus tetap berhati-hati. Terutama kepada orang-orang jahil yang menawarkan tiket pesawat murah namun ternyata mereka menipu.

Salah satu penyedia jasa perjalanan online NusaTrip.com, ternyata pernah mengalami hal demikian. Terdapat oknum tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan NusaTrip.com menjual tiket palsu.

"Banyak sekali akun facebook palsu yang mengatasnamakan NusaTrip. Sempat ada yang tertipu oleh facebook palsu ini. Penipunya memang parah, mereka menggunakan logo kami sebagai profil picture, foto-foto kegiatan offline NusaTrip juga di copy begitu saja ke album si penipu ini," ujar Social Media Manager NusaTrip.com,  Anisa Moeshlich.

Menanggapi hal itu, CEO NusaTrip.com, Hans Ebenhahn memberikan beberapa tips aman membeli tiket pesawat melalui agen perjalanan online.

Membeli langsung dari agen perjalanan online yang telah diketahui sepak terjangnya. Menurut Hans, pada agen penjualan online, jadwal perjalanan serta harga tiket pesawat dari berbagai maskapai ditampilkan saat itu juga. "Kebanyakan penipu tidak akan bisa melakukan hal ini, mereka pasti hanya bisa menawarkan beberapa maskapai saja," ujarnya.

Jangan membeli tiket pesawat melalui telepon atau SMS dari pihak belum dikenal. Terlebih jika nomor telepon yang digunakan adalah nomor telepon biasa.

Jangan pernah menelepon nomor telepon genggam (hotline) untuk memesan tiket pesawat. Karena agen perjalanan biasanya menggunakan call center sebagai sambungan telepon mereka.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Kedatangan wisatawan mancanegara di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Kamis (22/8/2013).
Penyedia jasa perjalanan online menyediakan keleluasaan pada pelanggan. Agen perjalanan online, memberikan Anda keleluasaan untuk memilih maskapai penerbangan,
memberikan rincian data penumpang dan berbagai metode pembayaran yang Anda sukai. Semuanya hanya menghabiskan waktu 2 menit. Sedangkan agen perjalanan palsu tidak memiliki teknologi yang dapat berintegrasi dengan sistem maskapai penerbangan. "Inilah mengapa penipu hanya melayani sms atau telepon untuk membeli tiket pesawat," kata Hans.

Cermati cara pembayaran. Ketika menyangkut cara pembayaran, ATM/SMS/Online banking adalah beberapa metode pembayaran yang disukai di Indonesia. Ada beberapa cara yang dapat dicermati untuk memastikan apakah Anda membayarkan tiket pesawat ke agen perjalanan sungguhan atau palsu.

  • Online Bank. Agen perjalanan online biasanya terintegrasi dengan e-solution di beberapa bank besar. Hal ini membuktikan bahwa agen tersebut memiliki kontrak e-commerce profesional dengan bank. Sementara agen perjalanan palsu tidak bisa mendapatkan kontrak tersebut dari bank.
  • Transfer bank (ATM, SMS, Online). Agen perjalanan online menggunakan akun virtual untuk transaksi mereka. Jumlah digit rekening akun virtual berbeda dengan rekening biasa. Jumlah digit nomor rekening virtual biasanya lebih banyak dari rekening bank biasa. Ketika konfirmasi, Anda akan melihat nama agen perjalanan online tersebut dan bukan atas nama individu. "Sebagai contoh Anda akan melihat 'Nusatrip.com' di layar ATM, konfirmasi SMS atau di halaman online bangking. Penipu biasanya hanya memiliki beberapa akun rekening saja dan di bawah nama pribadi bukan perusahaan," papar Hans.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorI Made Asdhiana

Close Ads X