Jumlah Pengunjung Monjali Belum Penuhi Target

Kompas.com - 27/12/2013, 15:07 WIB
Monumen Jogja Kembali di Yogyakarta, Senin (26/12/2011). Monumen ini dibangun untuk mengenang pertempuran enam jam pendudukan Yogyakarta sebagai ibu kota negara sementara oleh pasukan TNI yang dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret.  KOMPAS/LUCKY PRANSISKAMonumen Jogja Kembali di Yogyakarta, Senin (26/12/2011). Monumen ini dibangun untuk mengenang pertempuran enam jam pendudukan Yogyakarta sebagai ibu kota negara sementara oleh pasukan TNI yang dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret.
EditorI Made Asdhiana
SLEMAN, KOMPAS.com - Pengelola Monumen Yogya Kembali (Monjali) harus bekerja keras demi mengejar target kunjungan wisatawan sebanyak 350.000 orang.

Hingga Kamis (26/12/2013) pelancong yang berlibur ke wahana museum perjuangan ini baru mencatat angka 312.771 pengunjung. Jumlah tersebut merupakan akumulasi kunjungan selama satu tahun.

Meskipun telah tercapai 80 persen, namun Kepala Bagian Operasional Monjali, Benny Soegito mengisyaratkan pencapaian target 350.000 pada akhir 2013 sulit diraih. Hal ini ia sampaikan karena bulan Desember tinggal menyisakan lima hari.

"Sepertinya agak sulit untuk memenuhi target 350.000 pengunjung selama setahun, karena 2013 tinggal menghitung hari," ungkap Benny saat ditemui di ruangannya.

Sambil menggerakkan penunjuk di layar komputernya, Benny menunjukkan data kunjungan yang diraih selama setahun belakangan ini. Di sana terlihat data kunjungan pada beberapa tahun terakhir. Angka kunjungan paling tinggi dibukukan pada tahun 2012 dengan jumlah pengunjung sebanyak 336.382.

Menurut Benny manajemen Monjali tidak menargetkan jumlah yang muluk-muluk untuk kunjungan pelancong. Ini dikarenakan jumlah kunjungan di Monjali hanya berkisar 2.000 hingga 4.000 orang per hari.

"Kami tidak mematok jumlah yang banyak untuk kunjungan selama setahun, karena jumlah kunjungan wisatawan selama satu hari juga fluktuatif. Selain itu segmen pengunjung museum juga berbeda jika dibanding tempat wisata lainnya," tutur Benny.

Meskipun cukup berat dalam mencapai kekurangan pengunjung sebanyak 37.229 dalam waktu enam hari, namun pihak pengelola Monjali tetap berpikir positif dan bekerja maksimal dalam melayani pengunjung.

Ini dibuktikan dengan pembenahan tata pameran ruang koleksi, berupa penggantian pinggiran koleksi foto, deskripsi serta perbaikan futstock. Beberapa CCTV yang mengawasi area museum pun telah dipasang guna menjaga keamanan koleksi dan pengunjung.

Selain itu Monjali juga memaksimalkan hari pelayanan. Seperti pada masa liburan seperti saat ini, museum perjuangan yang mengabadikan Serangan Umum Satu Maret buka setiap hari dari pukul 08.00-16.00, sedangkan khusus hari Senin jam layanan dihentikan pada pukul 14.00.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X