Tazbir: Pariwisata Yogyakarta Tak Hanya Malioboro

Kompas.com - 27/12/2013, 16:16 WIB
Gelaran pawai budaya Festival Kuno lan Kini Sari Melati menyemarakkan suasana di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/1/2013). Festival yang dipusatkan di Benteng Vredeburg tersebut turut dimeriahkan dengan acara temu sapa bersama anggota keluarga Keraton Yogyakarta dan sajian berbagai permainan tradisional.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOGelaran pawai budaya Festival Kuno lan Kini Sari Melati menyemarakkan suasana di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/1/2013). Festival yang dipusatkan di Benteng Vredeburg tersebut turut dimeriahkan dengan acara temu sapa bersama anggota keluarga Keraton Yogyakarta dan sajian berbagai permainan tradisional.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Malioboro Kota Yogyakarta sampai kini masih menjadi incaran wisatawan yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kawasan Malioboro memang menjadi incaran banyak wisatawan, termasuk untuk menghabiskan liburan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014. Namun jangan salah, potensi pariwisata DIY tidak hanya Malioboro, masih banyak tempat lain yang layak anda kunjungi bersama keluarga," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir di Yogyakarta, Jumat (27/12/2013).

Dia berharap wisatawan yang akan menghabiskkan liburan Natal dan Tahun Baru di Yogyakarta tidak hanya memilih kunjungan ke Malioboro. Namun juga bisa menikmati destinasi lain yang tidak kalah menarik.

"Salah satunya adalah keindahan kawasan pantai di wilayah Kabupaten Gunung Kidul," kata Tazbir.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Warga berkumpul sebelum mengolah lahan Kebun Buah Nglanggeran yang berada di kaki Gunung Api Purba Nglanggeran di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (25/4/2013). Gunung yang aktif sekitar 70 juta tahun lalu dan menjulang dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut tersebut dikembangkan oleh masyarakat setempat menjadi salah satu objek wisata alternatif yang menawarkan keunikan bentang alam yang tersusun dari material vulkanik tua.
Menurut dia, Gunung Kidul memang menyimpan potensi wisata ekstrem yang sangat menantang, misalnya Goa Pindul, Grubuh, dan Gua Kalisuci. Belum lagi keindahan Pantai Indrayanti, Pok Tunggal, Wediombo, Sundak, Pantai Siung dan lainnya.

Keunggulan pantai di Gunung Kidul, kata Tazbir, tidak hanya tempatnya yang masih bersih dengan pasir putih namun juga kuliner lokal yang menggoda selera.

"Masyarakat Gunung Kidul dikenal memiliki tradisi kuliner yang maju, sehingga banyak rumah makan di kawasan kuliner Malioboro juga berasal dari Gunung Kidul," kata Tazbir.

KOMPAS.Com/RAHMAT FIANSYAH Air Terjun Sri Gethuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Sementara itu, Tazbir berharap masyarakat dan wisatawan yang akan menghabiskan waktu liburan di daerah ini, hendaknya bertindak hati-hati dan waspada.

"Jangan berpenampilan mencolok, sehingga bisa mengundang orang untuk bertindak kejahatan apalagi suasana libur Natal dan Tahun Baru selalu ramai," kata Tazbir.

Tazbir berharap pariwisata DIY tetap ramai dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara bisa meningkat di masa mendatang.

Flying Fox Tradisional di Pantai Timang Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X