Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

NTB Perbanyak Fasilitas Umum di Lokasi Wisata

Kompas.com - 09/01/2014, 10:42 WIB
MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperbanyak fasilitas umum di berbagai lokasi wisata andalan yang menyebar di Pulau Lombok dan Sumbawa, serta pulau-pulau kecil.

"Tahun ini di berbagai lokasi wisata akan ditambah fasilitas umum, utamanya toilet dan prasarana lainnya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB, H Muhammad Nasir, di Mataram, Selasa (7/1/2014).

Menurut Nasir, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18 miliar pada APBD Provinsi NTB 2014 untuk penataan destinasi pariwisata unggulan.

Namun, hampir semua destinasi wisata yang akan ditata diperbanyak fasilitas umumnya agar wisatawan semakin betah.

"Di Bangsal atau terminal penumpang perahu motor menuju obyek wisata tiga gili (Gili Trawangan, Air, dan Meno) akan diperbanyak toilet dan fasilitas pendukung lainnya. Juga, di kawasan wisata Senggigi yang masih kurang fasilitas umumnya," ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Suku Sasak di Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Warga Desa Sade menjajakan kain tenun khas Lombok kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung tradisional tersebut.
Selain itu, penambahan fasilitas umum di Desa Wisata Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, selain penataan desa agar lebih menarik wisatawan.

Sementara penataan destinasi di Pulau Sumbawa, seperti di Kabupaten dan Kota Bima, serta Kabupaten Dompu, selain pembenahan ruas jalan menuju obyek wisata, juga penambahan fasilitas umum.

"Di obyek wisata Pantai Lakey, juga pembenahan jalan akses dan fasilitas umum, seperti toilet dan lokasi parkir kendaraan bermotor," ujarnya.

Penataan ruas jalan akses lokasi wisata juga dilakukan di Kabupaten Bima, yakni jalan menuju wisata Pantai Wame, pantai yang sedang digemari wisatawan.

Kendati demikian, Nasir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menata maupun mengembangkan obyek wisata yang tengah bermasalah baik dari aspek lahan maupun kewenangan pengelolaan.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Anak-anak bermain di Air Terjun Diwu Mbai, Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
"Kalau ada masalah di obyek wisata itu, tentu tidak menjadi sasaran pengembangan destinasi tahun ini, karena kami tidak ingin menyia-nyiakan anggaran pembangunan," ujarnya.

Nasir menambahkan, Pemprov NTB berharap penataan dan pengembangan destinasi wisata andalan itu akan semakin memotivasi peningkatan kunjungan wisatawan.

Pemprov NTB mengklaim angka kunjungan wisatawan sampai akhir 2013 telah melebihi 1,1 juta orang. Capaian itu didukung oleh promosi terus menerus dan terarah oleh pemerintah dan pelaku usaha pariwisata, serta pihak terkait lainnya.

BARRY KUSUMA Istana Dalam Loka di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com