Kompas.com - 29/01/2014, 15:54 WIB
EditorI Made Asdhiana

Museum Coklat berupa bangunan unik dari kaca dan logam, dan berbentuk seperti perahu futuristis yang terdiri atas tiga lantai. Di sini sejarah coklat sejak dianggap sebagai makanan para dewa 3.000 tahun lalu hingga kini terpampang.

Seperti museum lainnya, di sini ada pula toko cinderamata. Namun, yang dijual hanya cemilan serba coklat dan gula-gula, mulai dari coklat batang biasa hingga coklat dengan beragam isian dan rasa seperti selai, kacang, jeli, dan minuman beralkohol. Ada pula coklat berbagai bentuk seperti boneka, kosmetik, sepatu, bola, rumah, atau bertema tertentu, seperti cinta, tahun baru, dan Natal.

Hati-hati

Menyusuri tepian Sungai Rhine dalam cuaca apa pun tetap menyenangkan. Bangunan lama bercat warna-warni dan deretan kafe memberikan pesona tersendiri. Begitu pula perahu dan kapal wisata yang merupakan restoran terapung.

Namun, hati-hati dengan mereka yang bersikap sangat ramah dan bersahabat sembari menyorongkan setangkai bunga mawar. Mereka bersikap seolah kenalan dekat, tetapi sebenarnya menjual bunga dengan agak memaksa.

Masih di dekat katedral, ada kawasan perbelanjaan yang ramai dengan poros Heumarkt dan Neumarkt. Deretan restoran, toko suvenir, parfum dan kosmetik, sepatu, busana, tas, roti, dan alat-alat dapur, ada di sini.

”Baju-baju yang dijual di sini umumnya buatan China dan Vietnam. Nah, yang lebih mahal dan lebih bagus justru buatan Indonesia,” kata Atika Putri Astrini, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung yang juga peserta Bayer Young Environmental Envoy 2013.

KOMPAS/IDA SETYORINI Taman Jepang di Leverkusen
Namun, di sini pula banyak pengemis dan pencopet. Salah seorang peserta BYEE 2013 dari Malaysia nyaris kecopetan. Dia tidak sadar saat seorang pencopet merogoh tasnya.

”Tahun lalu peserta BYEE juga ada yang dicopet,” kata Melfiana Tinambunan dari Bayer Indonesia.

Sedikit di luar Koln adalah Leverkusen, markas besar perusahaan obat Bayer AG. Meskipun bukan kota wisata, ada beberapa daerah wisata di Leverkusen, seperti Stadion Bay Arena, markas tim sepak bola Bundesliga Bayer 04 Leverkusen dan Japanese Garden.

Taman bergaya Jepang dengan jembatan lengkung merah ini menjadi tempat menyenangkan untuk kita berjalan-jalan. Dibangun di dekat pabrik yang beroperasi sepanjang tahun, suasana hening tercipta di taman ini. Gerombolan bebek dan ikan berenang di kolam kecil dalam taman. Membawa kedamaian di antara pohon-pohon yang berganti warna. (IDA SETYORINI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Travel Update
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Travel Update
Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Travel Update
Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Travel Update
Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Travel Update
Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Travel Update
Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

Jalan Jalan
Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Travel Tips
Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Travel Update
Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Travel Update
Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Travel Tips
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.