Kompas.com - 24/06/2014, 15:47 WIB
Anak-anak membersihkan meriam karbit yang terbuat dari kayu yang baru diangkat dari Sungai Kapuas di Kampung Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kalbar, Senin (14/9/2014). Meriam karbit biasa dimainkan di tepian Sungai Kapuas sebagai tradisi untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDAAnak-anak membersihkan meriam karbit yang terbuat dari kayu yang baru diangkat dari Sungai Kapuas di Kampung Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kalbar, Senin (14/9/2014). Meriam karbit biasa dimainkan di tepian Sungai Kapuas sebagai tradisi untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
EditorI Made Asdhiana
PONTIANAK, KOMPAS.com - Salah satu permainan tradisional Nusantara, yaitu meriam karbit dari Pontianak akan memeriahkan malam takbiran memasuki awal Ramadhan. Sebanyak 43 kelompok meriam karbit siap bertempur di tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Alham, Ketua I Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Pontianak, mengutarakan bahwa festival tahunan ini diselenggarakan untuk melestarikan tradisi masyarakat Melayu Kota Pontianak. Kali ini tradisi itu pun dilombakan. Festival Meriam Karbit ini memperebutkan piala dari Pemerintah Kota Pontianak. Sementara itu, dewan juri berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Pontianak.

Masing-masing kelompok akan dinilai berdasarkan bunyi meriam mereka. Satu kelompok bisa memiliki meriam maksimal lima buah. Di sinilah kekompakan bunyi meriam juga mempengaruhi penjurian. Sebelumnya setiap meriam yang diikutsertakan terlebih dahulu akan dihias dengan beragam dekorasi. Hanya meriam sesuai kriteria yang dapat mengikuti penilaian.

Atraksi permainan meriam karbit memiliki sejarah yang menarik. Konon, Kesultanan Kadriah Pontianak yang berdiri pada 1771-1808, membunyikan meriam demi mengusir hantu-hantu kuntilanak yang gentayangan di Kota Pontianak. Bunyi kerasnya juga sering digunakan untuk menandakan waktu azan maghrib.

Seiring berjalannya waktu, meriam karbit dihidupkan menjadi daya tarik pariwisata. Meriam yang dimaksud bukanlah senjata yang digunakan oleh VOC namun meriam tradisional yang dibuat dari kayu durian ataupun pohon kelapa yang cukup keras. Kayu dibelah dan diikat dengan tali rotan seberat 100 kilogram per meriam. Setelah itu, meriam dibersihkan dan diberi cat dengan warna yang menarik.

Untuk membuat lima unit meriam, setidaknya membutuhkan biaya sekitar Rp 15 juta hingga Rp 30 juta, tergantung persediaan kayu meriam yang sudah dimiliki peserta. Jika sudah pernah mengikuti kompetisi ini, biaya yang dikeluarkan semakin ringan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Travel Update
Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Travel Update
Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Travel Update
 5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

Jalan Jalan
Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Jalan Jalan
Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Travel Update
Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X