Wisatawan Kehabisan Uang, Bupati Kepulauan Seribu Pinjami Uang

Kompas.com - 02/08/2014, 12:11 WIB
Wisatawan berenang dan bermain 'banana boat' di pantai Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Wisatawan berenang dan bermain 'banana boat' di pantai Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Sabtu (14/5/2011). Pulau ini kian dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari. Pada hari libur, pulau yang memiliki lebar sekitar 200 meter dan panjang hanya 5 kilometer, ini ramai dikunjungi wisatawan.
EditorI Made Asdhiana
KEPULAUAN SERIBU, KOMPAS.com - Asep Syarifudin ingin meyakinkan bahwa wisatawan yang berlibur ke Kepulauan Seribu tidak akan menyesal mengunjungi lokasi tersebut. Segala cara pun dilakukan oleh pihak Kabupaten Kepulauan Seribu untuk menarik pengunjung, misalnya, perbaikan infrastruktur wisata, penginapan, dan peningkatan pelayanan.

Berbicara soal pelayanan wisatawan, ada hal menarik yang dialami oleh pria yang menjabat sebagai Bupati Kepulauan Seribu ini. Asep yang beberapa waktu lalu tengah blusukan ke Pulau Kelapa tidak sengaja bertemu dengan tiga orang wisatawan. Kala itu ia melihat para wisatawan kesulitan untuk menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) karena uang di mesin tersebut telah habis.

"Karena saya lihat mereka kesulitan untuk ambil uang tunai, maka ketiganya saya kasih pinjam uang. Kalau tidak salah total nominalnya mencapai Rp 1,8 juta," ujar Asep pada Jumat (1/8/2014).

KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI Cottage terapung di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Setelah meminjamkan uang, lantas Asep memberi secarik kertas berisi nomor rekening bank miliknya. Asep pun berpesan agar wisatawan itu mengembalikan uangnya saat mereka pulang ke Jakarta. "Alhamdulillah uang saya dikembalikan dua hari kemudian atau saat mereka di darat," kata Asep.

Asep mengklaim, ia tidak dirundung rasa khawatir atau takut uangnya tidak dikembalikan oleh wisatawan. Sebab, saat hendak meminjamkan uang, Asep mengaku ikhlas. "Mau dikembalikan syukur, ya kalau tidak berarti saya amal kepada mereka," ujar mantan Kepala Badan Pemberdayaan Manusia, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta ini.

Bagi Asep, hal ini merupakan salah satu pelayanan kepada masyarakat, terutama wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu. (Fitriyandi Al Fajri)



Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X