Kompas.com - 07/08/2014, 17:28 WIB
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Pergolakan politik di Rusia diduga turut mempengaruhi kunjungan wisatawan asal negeri beruang merah tersebut ke Bali dari 6.010 orang menjadi 5.115 orang pada Juni 2014.

"Seiring jatuhnya pesawat Malaysia Airlines tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi wisatawan melakukan perjalanan wisata," kata pengamat pariwisata Bali, Made Sudana, di Denpasar, Kamis (7/8/2014).

Turis Rusia yang umumnya berkantung tebal datang berlibur ke Pulau Dewata, biasanya menggunakan jasa penerbangan carteran akibat transportasi udara reguler ke negara itu dari Indonesia belum ada, apalagi dari Bali.

Menurut Sudana, turis Rusia biasanya berlibur ke Bali pada awal tahun. "Namun sekarang agak berkurang karena hampir setiap bulan di tahun 2014 hingga Juni kehadiran wisatawan Rusia jumlahnya merosot," ujarnya.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat bahwa turis Rusia yang datang berlibur ke daerah ini selama enam bulan I/2014 berkurang hingga 12 persen dari sebanyak 45.216 orang pada Januari-Juni 2013 menjadi hanya 39.783 orang dalam periode sama 2014.

Jumlah turis Rusia yang melakukan perjalanan wisata ke Bali memiliki peranan hanya 2,30 persen dari keseluruhan kedatangan turis mancanegara yang langsung terbang dari negaranya ke Bali sebanyak 1.727.875 orang selama Januari-Juni 2014.

JOKO DWI CAHYANA Wisatawan di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.
Secara umum kedatangan turis asing ke Bali mengalami peningkatan hingga 15,73 persen selama enam bulan 2014 dari sebelumnya hanya tercatat 1.493.021 orang. "Kondisi itu cukup menggembirakan," kata Sudana yang juga praktisi pariwisata Bali.

Turis asal negeri tetangga Australia masih mendominasi kedatangan pelancong mancanegara ke Pulau Dewata saat ini yang mencapai 446.406 orang atau bertambah 25,84 persen sehingga menempati peringkat pertama.

Tiongkok berada di peringkat kedua dengan menyumbangkan 264.840 orang atau naik 15,33 persen dari periode sama 2013, sedangkan Malaysia di urutan ketiga dengan mengirimkan 109.298 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.