Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/08/2014, 08:41 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KUNINGAN, KOMPAS.com – Sedang bingung untuk menghabiskan akhir pekan? Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Palutungan, Kuningan, Jawa Barat bisa menjadi alternatif. Suasanya masih asri dan cuaca yang sejuk akan menjadi tempat menghabiskan akhir pekan yang menyenangkan.

Sebenarnya hanya sebagian kawasan TNGC yang masuk wilayah Kuningan, karena sebagian yang lain masuk kawasan Majalengka. Banyak pendaki gunung yang datang bila musim libur tiba, Ya Gunung Ciremai memang dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, mungkin ini pula yang menjadi satu daya tarik bagi para pendaki.

“Udara sejuk memang menjadi salah satu alasan wisatawan untuk datang ke Kuningan, untuk itu obyek wisata alam seperti TNGC ramai pada akhir pekan,” ujar Kepala Dinas Pariwisita dan Budaya Kuningan, Teddy Suminar.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Aktivitas forest-walking biasa dilakukan oleh pengunjung TNGC

Di akhir pekan, bukan hanya pendaki yang datang. Banyak orang yang datang untuk mencari udara segar dan melihat panorama yang indah. Mereka datang bersama keluarga ataupun teman. Kalau mau menginap pun, ada lokasi yang sengaja dibuat untuk berkemah di sini.

“Tak akan bosan untuk datang ke TNGC, ada banyak hal dan aktivitas yang dapat dilakukan di sana, selain menjadi jalur pendakian, pengunjung bisa hanya menikmati angin segar, mengunjungi Curug Putri hingga berkemah,” tambah Teddy.

Air Terjun Putri berada tak jauh dari pintu utama masuk ke dalam kawasan TNGC, Palutungan dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lima menit. Kawasan air terjun yang satu ini tak terlalu besar, untuk masuknya juga tak dikenakan biaya lagi karena masih berada dalam kawasan TNGC.

“Di Kuningan tak ada obyek wisata yang mahal, untuk masuk TNGC pengunjung juga sebenarnya tak dikenakan biaya hanya penggantian uang pemeliharaan saja,” jelas Teddy

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Pengunjung Curug Putri, TNGC saat akhir pekan

Gemericik suara air terjun sering mengundang pengunjung untuk berenang. Dalam pengamatan Kompas Travel, kawasan ini sangat diminati remaja. Ada sensasi tersendiri saat menikmati sejuknya air terjun yang turun langsung dari ketinggian hampir 12 meter ini. Setelahnya jangan lupa mampir ke warung-warung kecil disekitar untuk menikmati segelas kopi panas ataupun mi rebus yang dijajakan oleh penduduk sekitar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+