Kompas.com - 07/10/2014, 14:38 WIB
Kota Shenzen di Tiongkok, meski sebagai kota industri sangat nyaman sebagai tempat tinggal karena sangat teratur, indah dan tertata rapi. KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIAKota Shenzen di Tiongkok, meski sebagai kota industri sangat nyaman sebagai tempat tinggal karena sangat teratur, indah dan tertata rapi.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku industri di Indonesia untuk memahami UU Pariwisata Tiongkok agar dapat mengoptimalkan potensi besar wisatawan dari negara tirai bambu itu.

"Ini penting untuk diketahui pelaku industri di Indonesia bahwa pertumbuhan masyarakat Tiongkok yang melakukan perjalanan ke luar negeri selalu meningkat setiap tahunnya, yaitu sebesar 20,98 persen pada tahun 2013," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Esty Reko Astuti dalam Jumpa Pers Forum Kerja sama Sosialisasi UU Pariwisata Tiongkok di Balairung Soesilo Soedarman Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Oleh karena itu, menurut Esty, pemahaman soal regulasi dalam hal ini UU Pariwisata negara itu harus ditingkatkan.

Esthy menambahkan peluang besar pasar Tiongkok sampai sejauh ini sudah dimanfaatkan oleh negara-negara tujuan wisata seperti Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia. "Indonesia sendiri telah menetapkan Tiongkok sebagai salah satu pasar potensi yang sedang digarap," katanya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kota Shanghai di Tiongkok.
Walaupun, Esthy mengakui, jumlah wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia masih relatif kecil hanya 1,38 persen pada 2013 dibandingkan dengan jumlah outbound masyarakat Tiongkok yang mencapai angka 100 juta pada tahun 2013. "Namun dengan pertumbuhan yang menjanjikan sekitar 26 persen pada Januari sampai Juli 2014 ini," katanya.

Kemenparekraf mengadakan Forum Kerja Sama Sosialisasi UU Pariwisata RRT sebagai tindak lanjut dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.

"Sosialisasi ini  bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai Undang-undang Pariwisata RRT sehingga dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas pelayanan bagi wisatawan Tiongkok," katanya.

Kegiatan sosialisasi dilangsungkan di dua tempat, yaitu di Jakarta, pada 7 Oktober 2014, dan di Bali, sebagai destinasi utama bagi wisatawan Tiongkok dilaksanakan pada 9 Oktober 2014.

Kemenparekraf untuk kepentingan itu mengundang narasumber yang berkompeten yaitu dari China National Academy, Dr Zhan Dongmei, salah satu pakar yang terlibat dalam proses penyusunan UU Pariwisata RRT ini.

KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA Monorel merupakan salah satu transportasi massal yang menjadi pilihan utama bagi warga Shenzen, Tiongkok.
Forum ini dihadiri oleh semua pemangku kepentingan pariwisata terutama yang sangat terkait dengan wisman Tiongkok, antara lain Tour Operator, travel agent, asosiasi guide, hotel, akademisi, perwakilan pemerintah, dan media.

"Di samping untuk meningkatkan pemahaman mengenai UU Pariwisata RRT ini, forum ini diharapkan juga dapat memberikan ruang bagi para industri dan asosiasi pariwisata untuk memberikan feedback atas penerapan UU Pariwisata RRT yang berlaku sejak 1 Oktober 2013," tambah Esthy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Travel Update
Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Travel Update
Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Travel Update
Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Travel Update
Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Travel Update
5 Tempat Wisata Dekat Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

5 Tempat Wisata Dekat Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

Jalan Jalan
Satu Hari di KidZania Jakarta, Bisa Jadi Dokter Bedah sampai Pembalap

Satu Hari di KidZania Jakarta, Bisa Jadi Dokter Bedah sampai Pembalap

Jalan Jalan
Swedia Cabut Syarat Hasil Negatif Covid-19 bagi Turis Asing

Swedia Cabut Syarat Hasil Negatif Covid-19 bagi Turis Asing

Travel Update
Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Mulai 24 Januari

Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Mulai 24 Januari

Travel Update
12 Tempat Instagramable Jakarta Pusat, Bisa buat Berburu Foto

12 Tempat Instagramable Jakarta Pusat, Bisa buat Berburu Foto

Jalan Jalan
 5 Tips Berkunjung ke KidZania Jakarta, Datang Saat 'Weekdays'

5 Tips Berkunjung ke KidZania Jakarta, Datang Saat "Weekdays"

Travel Tips
Tak Hanya Anak, Kini Remaja Bisa Bermain Sambil Nostalgia di KidZania

Tak Hanya Anak, Kini Remaja Bisa Bermain Sambil Nostalgia di KidZania

Jalan Jalan
20 Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Artinya

20 Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Artinya

Travel Tips
7 Pilihan Hotel Dekat Taman Safari Prigen, Mulai dari Rp 300.000

7 Pilihan Hotel Dekat Taman Safari Prigen, Mulai dari Rp 300.000

Travel Promo
PKL Malioboro Direlokasi, Pindah ke Mana?

PKL Malioboro Direlokasi, Pindah ke Mana?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.