Kompas.com - 22/11/2014, 17:16 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Sebuah prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pemuda Indonesia. Barista dari kedai Umabo bernama M. Choiruddin Syah (25) atau akrab disapa Irul menjadi pemenang pertama dalam kompetisi internasional barista Vergnano 2014 (Vergnano Best Barista Competition) di SIAl, Paris, Perancis. Tak hanya membanggakan, prestasi ini juga mengejutkan.

Seperti diakui Erie Santausa, Barista Trainer atau pelatih barista dari PT Sukanda Djaya. Ia melatih Irul secara intensif dalam waktu singkat, hanya sekitar 6 bulan. Padahal, sebelumnya Irul belum terlalu mengenal selak-beluk kopi.

"Sebelum kerja di Umabo, dia pegang mesin espresso, tapi belum segitunya," kata Erie, beberapa waktu yang lalu. Hal ini juga diakui Irul, selama tiga tahun sebelum kerja di Umabo, ia memang sudah biasa memegang mesin espresso, namun hanya sebatas mengoperasikannya saja.

"Sekitar tiga tahun saya pegang mesin espresso. Tapi, belum terlalu mendalami kopi seperti di sini," ungkap Irul.

Ia mengaku juga terkejut bisa menang. Tak sekedar menang, Irul juga mencatat rekor tersendiri. Di kompetisi internasional barista Vergnano, barista mesti membuat 4 espresso, 4 cappucino, 4 espresso macchiato, dan 4 cappucino to go (minuman cappucino yang dibawa pulang, tidak diminum di tempat). Hal ini memang sedikit berbeda dengan kriteria penilaian World Barista Championship.

"Karena memang konsepnya kompetisi yang sesuai dengan kondisi di coffee shop. Jadi ada cappucino to go. Kalau cappucino to go, peserta dibebaskan bisa bikin sampai berapa gelas. Juga kedai-kedai kopi di Italia selalu ada macchiato," tutur Erie.  

Tentu, unsur lainnya seperti sensori dan konsistensi dari racikan, kebersihan, komunikasi, sampai efisiensi kerja dan kecepatan, juga tetap menjadi penilaian. Namun, Irul berhasil mencatat rekor membuat 8 cappucino to go beserta minuman lainnya dalam waktu kurang dari 15 menit. Rekor sebelumnya hanya sampai 6 cappucino to go.

Hal ini tentu saja mengejutkan, karena barista yang umumnya dirajai oleh Italia, kini muncul pula jagoan dari Indonesia. Irul ingat pemenang kedua dan ketiga adalah orang Italia. Tahun-tahun sebelumnya pun juara dikuasai oleh Italia.

"Pas pengumuman dan Irul jadi juara pertama, tim Italia sampai melongo seperti tidak percaya," ungkap Erie.

Pihak Umabo sendiri kaget bukan main. Karena di babak penyisihan Jakarta saja, pesaing Irul kebanyakan adalah para barista berpengalaman dari kafe-kafe terkenal di Jakarta. "Kalau pas di Perancis, itu peserta lain kelihatan sudah berumur-umur semua, udah 40-an mungkin ya. Kelihatan sudah berpengalaman," kata Irul.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.