Kompas.com - 21/01/2015, 14:09 WIB
EditorI Made Asdhiana
SOLO, KOMPAS.com - Pembangunan Museum Keris di Jalan Bhayangkara Solo dengan dana sebesar Rp 20 miliar, ditargetkan rampung dan bisa beroperasi pada akhir tahun 2015.

"Pembangunan Museum Keris sekarang ini masih tahap dalam penyempurnaan interior. Proses pembangunan museum akan selesai pada tahun ini. Selain penataan interior dan pemasangan lift, dalam tahap ketiga ini akan dilakukan penataan kawasan Museum Keris, seperti taman dan lokasi parkir," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkot Surakarta, Eny Tyasni Susana di Solo, Rabu (21/1/2015).

Eny mengatakan tahun 2015 pembangunan Museum Keris telah memasuki tahap ketiga, di mana akan menyelesaikan proses pembangunan interior, dan penataan kawasan museum.

Sekarang ini, menurut Eny, masih menunggu anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk penataan interior museum. Dana tersebut sepenuhnya ditanggung Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sedangkan APBD Kota Surakarta digunakan untuk menata landscape sekitar kawasan tersebut.

Eny menyebutkan penataan interior meliputi lemari pameran, CCTV, sound system dan LCD. Nantinya akan ada ruangan seperti teater untuk menontonkan film soal keris, termasuk bagaimana pembuatan, sejarah dan sebagainya.

BARRY KUSUMA Keris yang dibuat di Desa Aeng Tongtong, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
"Ya sekarang sudah ada 250 buah keris lebih yang siap dipamerkan. Nanti akan diseleksi dari tim kurator, melibatkan budayawan dan seniman yang paham tentang masalah keris," katanya.

Tim kurator akan memilah keris yang akan dipajang. Penempatan keris akan dibedakan mana yang bernilai tinggi dan mana keris yang hanya sebagai pembelajaran pengunjung.

Pembangunan Museum Keris sempat terhambat lantaran Pemerintah Pusat batal mengalokasikan anggaran dalam APBN-Perubahan 2014. Sebelumnya, Pemerintah Pusat siap mengucurkan bantuan untuk lanjutan proyek pembangunan Museum Keris dalam APBN-Perubahan senilai Rp 6 miliar.

"Ya bantuan APBN-Perubahan itu untuk pembangunan lift, interior dan lain-lain. Tapi ternyata ada rasionalisasi dan kami ajukan lagi di tahun 2015. Kita akan terima dana dari Pusat di tahun ini. Nilainya Rp 5 miliar," katanya.

Batalnya Pemkot menerima kucuran dana dari APBN-Perubahan berimbas pada kelanjutan proyek pembangunan Museum Keris. Proyek pembangunan Museum Keris baru bisa dirampungkan pada tahun 2015. Padahal, sambung Eny, Museum Keris ditargetkan bisa beroperasi awal tahun 2015. Namun operasional Museum Keris lagi-lagi molor dari target tersebut.

KOMPAS/INDIRA PERMANASARI Sepasang keris yang sudah siap jual.
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan keberadaan Museum Keris diharapkan dapat memberikan edukasi kebudayaan pada masyarakat. Saat ini sudah ada beberapa kolektor keris yang akan menghibahkan barang koleksinya untuk Museum Keris.

Proyek pembangunan Museum Keris telah menelan anggaran sekitar Rp 13 miliar dari total kebutuhan dana senilai Rp 20 miliar lebih dan diharapkan proyek pembangunan Museum Keris bisa rampung tahun 2015. Sehingga kondisinya tidak mangkrak dan bisa dimanfaatkan masyarakat umum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.