Kompas.com - 23/01/2015, 11:45 WIB
Warga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWarga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.
EditorI Made Asdhiana
SEGEROMBOLAN turis asing bergegas lari menuruni 17 anak tangga, dengan napas terengah, ketika menyaksikan dari atas bukit, sebuah kampung tua dengan bangunan tradisional yang unik berjejer rapi, dengan arsitektur tradisional Ngada. Sinar matahari memancar dari balik kaki Gunung Inerie, memantul tajam pada jajaran puncak rumah adat, yang tersusun di sebuah tanah dataran, diapit bukit Luba dan bukit Batakengo. Kampung itu mirip sebuah perahu.

Pada ujung memasuki kampung itu, terdapat rumah adat panggung berlantai kayu. Di situ duduk nenek Mone Tado (92) sedang memintal kapas dengan punggung membungkuk karena usia renta. Sementara saudaranya, Matheus Radhi (80), menggantung pakaian adat Bena, hasil tenunan Mone Tado. Luar biasa, Mone Tado pada usia 92 tahun itu masih melihat benang dengan mata telanjang.

Menurut Matheus Radhi di Bena, Kamis (15/1/2015), Bena merupakan salah satu kampung adat tertua di daratan Flores. Kata Bena berasal dari nama orang asli pertama yang berdiam di situ. Bena berada di sebelah timur Gunung Inerie (2.245 mdpl) dengan jarak 17,5 km dari Bajawa. Menjangkau Bena, bisa dari Bajawa, juga dari Watujaji setelah melewati Mangulewa dari arah Ende.

Upacara adat Reba Ngada, pertama kali diselenggarakan di Bena, 27 Desember, kemudian menyusul kampung adat lain. Sebagai kampung sulung, Bena tetap menjaga keaslian, warisan leluhur setempat. Semua tradisi peninggalan leluhur tetap dijaga dan dirawat di kampung itu.

Jika dari arah Bajawa, sebelum tiba di kampung itu, sekitar 50 meter dari arah bukit Luba, Bena tampak mirip sebuah perahu. Di kampung itu terdapat 45 bangunan rumah adat: sisi kiri 22 unit, dan kanan 23 unit. Di tengah dua jejeran rumah adat itu, terdapat pelataran (ruang publik) yang luas. Di situ, tempat kuburan leluhur dalam rumah adat berbentuk kerucut.

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA Seorang wisatawan memperhatikan rumah-rumah adat yang berada di kampung adat Bena di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Rumah-rumah adat berbentuk kerucut itu berdiameter 1–2 meter, sebagai tempat penyimpanan sesajian bagi leluhur, di pelataran tengah seluas hampir 1.500 meter persegi itu. Sisi kiri–kanan pelataran, terutama di pendopo rumah adat dipajangkan pakaian adat tradisional. Beberapa kaum perempuan tampak sedang menenun membuat turis asing berebutan mengambil gambar.

Ukiran yang terdapat pada beberapa bagian kayu rumah adat secara filosofis mempunyai arti penting, selain keindahan. Ukiran itu umumnya memiliki makna religius dan kosmos karena hanya dilakukan seniman yang paham tradisi setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setiap suku (klen) memiliki rumah keluarga inti, ”Sao Meze”. Nenek moyang perempuan disebut ”sao saka pu’u”, dengan miniatur tusuk rambut di atas atap rumah, dengan kelapa muda berukuran kecil. Rumah inti nenek moyang laki-laki disebut ”sao saka lobo”, dengan tampilan patung pria berbalut ijuk, di mana tangan sambil memegang parang dan tombak.

Ada sembilan suku yang menghuni 45 unit rumah adat. Satu suku bisa memiliki lebih dari satu rumah adat. Sembilan suku itu adalah Dizi Kae, Wato, Deru Solomai, Deru Lalulewa, Bena, Ago, Ngada, Dizi Aji, dan Kopa. Menurut sejarah, sejak dulu tidak ada suku lain masuk ke kampung ini, atau suku–suku ini keluar ke tempat lain.

Motif tenun ikat Bena, tidak jauh beda dengan motif lain di Ngada. Motif bergambar kuda, cakar ayam, garis dinamis, burung, kerbau, parang, dan ghiu. Ghiu berupa garis panjang melengkung mirip Gunung Inerie sebagai simbol bahwa manusia mengalami gelombang hidup.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingat, Libur Maulid Nabi Digeser ke Hari Rabu Tanggal 20 Oktober 2021

Ingat, Libur Maulid Nabi Digeser ke Hari Rabu Tanggal 20 Oktober 2021

Travel Update
6 Oleh-Oleh Khas Pontianak, Serba Lidah Buaya

6 Oleh-Oleh Khas Pontianak, Serba Lidah Buaya

Jalan Jalan
Seru! Hotel Ini Bawa Stranger Things ke Dunia Nyata

Seru! Hotel Ini Bawa Stranger Things ke Dunia Nyata

Travel Update
Amerika Serikat Sambut Kembali Turis Asing Mulai November 2021

Amerika Serikat Sambut Kembali Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Itinerary Wisata dari Tol Kahyangan Sigemplong sampai Dieng

Itinerary Wisata dari Tol Kahyangan Sigemplong sampai Dieng

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pangkalpinang, Ada Pantai Tanjung Pesona

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pangkalpinang, Ada Pantai Tanjung Pesona

Itinerary
Rute ke La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Tempat Glamping Bernuansa Indian

Rute ke La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Tempat Glamping Bernuansa Indian

Jalan Jalan
Desa Wisata Serang Blitar Tawarkan Wisata Pantai dan Konservasi Penyu

Desa Wisata Serang Blitar Tawarkan Wisata Pantai dan Konservasi Penyu

Jalan Jalan
Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Jalan Jalan
Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Jalan Jalan
Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Travel Promo
Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Jalan Jalan
6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

Travel Tips
Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Jalan Jalan
4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.