Kompas.com - 12/03/2015, 11:35 WIB
Pasar terapung Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 23 Maret 2014. Berbeda dengan pasar terapung lainnya di Kalsel, pasar terapung yang baru ada setahun ini sengaja diadakan tiap minggu pagi berbarengan dengan kegiatan car free day. KOMPAS IMAGES / FIKRI HIDAYATPasar terapung Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 23 Maret 2014. Berbeda dengan pasar terapung lainnya di Kalsel, pasar terapung yang baru ada setahun ini sengaja diadakan tiap minggu pagi berbarengan dengan kegiatan car free day.
EditorI Made Asdhiana
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalimantan Tengah, Yuel Tenggara mengatakan untuk memajukan wisata yang ada di daerah itu perlu promosi dan publikasi.

"Saya akui tanpa adanya iklan promosi maupun publikasi, wisata Kalteng tidak akan dikenal hingga ke tingkat nasional maupun internasional," kata Yuel Tenggara di Palangka Raya, Rabu (11/3/2015).

Menurut Yuel, tanpa adanya publikasi, promosi baik dari media cetak dan elektronik, wisata Kalteng kurang diketahui secara luas. Oleh sebab itu pihaknya berharap wisata hingga kebudayaan Kalteng nantinya bisa lebih dikenal lagi.

Yuel menambahkan, potensi pariwisata di Kalteng sangat menjanjikan. Sebab kebudayaan Kalteng memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri dari provinsi lain.

Selain itu Kalteng juga mempunyai banyak sekali obyek wisata seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata minat khusus, wisata kuliner, wisata olah raga, dan wisata belanja.

KOMPAS TV/ANJAS PRAWIOKO Orangutan peserta rehabilitasi yang akan dilepasliarkan oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Salah satu tempat wisata di Kalimantan Tengah yang populer adalah Taman Nasional Tanjung Puting. Yang terletak di semenanjung barat daya Provinsi Kalteng. Taman Nasional Tanjung Puting adalah salah satu wisata alam yang ada di Kalteng berupa wisata orangutan.

Taman Nasional Tanjung Puting sudah ditetapkan UNESCO sebagai cagar alam biosfer. Perlu diketahui bahwa Taman Nasional Tanjung Puting adalah taman pertama di Indonesia yang merehabilitasi orangutan. Taman ini adalah taman yang benar-benar menjaga populasi orangutan agar tidak punah.

Selain Taman Nasional Tanjung Puting, masih banyak wisata yang bisa dikunjungi. Seperti Rumah Adat Betang, Pantai Ujung Pandaran, Arboretum Nyaru Menteng, Danau Tahai dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.