Berkemah dan Mancing di Pantai Tidung

Kompas.com - 29/03/2015, 17:23 WIB
Pengunjung bersepeda menyusuri Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Sabtu (14/3/2015). Keindahan pantai di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pulau ini. KOMPAS/RADITYA HELABUMIPengunjung bersepeda menyusuri Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Sabtu (14/3/2015). Keindahan pantai di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pulau ini.
EditorI Made Asdhiana
LANGIT biru dan laut yang jernih kehijauan ditingkahi semilir angin segar. Alat pancing di tangan siap memindahkan ikan dari laut untuk disantap nanti malam saat tenda sudah didirikan. Bila wisatawan menganggap bermain banana boat sudah terlalu jamak, inilah cara lain menikmati alam bahari Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

Abi (24) dan Arda (24), dua karyawan swasta di Jakarta Selatan, memanfaatkan libur akhir pekan di pertengahan Maret lalu dengan berkegiatan di Pulau Tidung yang indah dan kaya hasil laut. Mereka membawa ransel berisi peralatan kemah dan memancing di Pulau Tidung Kecil.

Biasanya, wisatawan ke Pulau Tidung lebih banyak mengikuti paket wisata yang ditawarkan agen pariwisata, seperti snorkeling, banana boat, donut boat, dan jetski. Harga per paket sekitar Rp 350.000. Namun, berkemah dan memancing bisa menjadi alternatif menarik dan tentu lebih murah.

”Kami paling hanya keluar Rp 150.000 untuk tiket pergi-pulang dan belanja bekal,” katanya.

Pulau Tidung Kecil tidak dihuni. Alamnya masih sangat hijau karena pulau ini difungsikan sebagai kawasan konservasi. Di sisi utara pulau terdapat tanah lapang di antara pepohonan yang bisa digunakan untuk berkemah. Lokasinya hanya beberapa meter dari pantai.

Di pulau ini tersedia air bersih untuk mandi atau buang air. Pengelola juga menyediakan aliran listrik untuk mengisi ulang baterai telepon seluler. Semua itu hanya dengan biaya sekitar Rp 15.000 per orang.

Biasanya, wisatawan, seperti Abi dan Arda, tiba pada siang hari dengan kapal dari Muara Angke, Jakarta Utara. Setiba di Pulau Tidung, mereka menyeberangi Jembatan Cinta menuju Pulau Tidung Kecil. Ada dermaga lama yang tidak terpakai. Di situ, mereka bisa melemparkan joran untuk mencari ikan.

”Yaahhh... ikannya kecil,” teriak Arda, disambut tawa Abi.

Ikan-ikan itu dipakai untuk lauk makan malam. Mereka juga bisa mencari kerang untuk tambahan lauk.

Setelah merasa cukup, pengunjung bisa berjalan atau bersepeda keliling Pulau Tidung Kecil seluas 17 hektar itu. Pengelola membuatkan jalan paving keliling pulau untuk menikmati kesegaran angin laut dan keindahan matahari terbenam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X