Pariwisata Jayapura Bisa Sepopuler Bali

Kompas.com - 09/06/2015, 13:16 WIB
Puncak acara Festival Danau Sentani ke-7, 2014, sebagaimana festival sebelumnya, berupa pemaparan tari-tarian peragaan upacara-upacara adat. Tarian umumnya mengambarkan kegiatan rumah tangga adat, yakni berburu, menjala ikan, dan bersyukur pada Sang Pencipta KOMPAS/DODY WISNU PRIBADIPuncak acara Festival Danau Sentani ke-7, 2014, sebagaimana festival sebelumnya, berupa pemaparan tari-tarian peragaan upacara-upacara adat. Tarian umumnya mengambarkan kegiatan rumah tangga adat, yakni berburu, menjala ikan, dan bersyukur pada Sang Pencipta
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun masih merintis bidang pariwisata, Bupati Jayapura, Matius Awoitauw, optimis jika pariwisata Papua, khususnya Jayapura bisa sepopuler Bali. Hal ini dia sampaikan saat memaparkan kegiatan Festival Danau Sentani (FDS) 2015 di Jakarta, Senin (8/6/2015).

“Kami sedang membangun jaringan (pariwisata). Orang mungkin ke Bali akan bosan nanti, saat ini mereka merambah ke Nusa Tenggara, suatu saat pasti Papua,” jelas Matius.

Menurut dia, tiga wilayah yang saat ini cukup ramai dikunjungi wisatawan adalah Jayapura, Wamena, dan juga Asmat. Ketiga lokasi tersebut juga diakui Matius memiliki kekhususan masing-masing.

Letak Jayapura sebagai gerbang masuk ke Papua membuat kabupaten ini ramai dikunjungi wisatawan, baik untuk singgah maupun berwisata. Sementara Asmat dikenal dengan patung-patung ukirannya yang unik. Wamena juga cukup dikenal terlebih dengan seringnya festival yang digelar di distrik ini.

Selain itu, masalah keamanan khususnya dalam FDS 2015 ini, Matius berani menjamin keamanan para wisatawan. Menurut dia, selama tujuh tahun berlangsung, belum ada keluhan keamanan yang ditemui saat FDS digelar.

“Sepanjang delapan tahun (dengan tahun ini) Festival Danau Sentani, ada dubes-dubes negara lain yang turut hadir. Sampai ke kampung-kampung mereka jalan bebas tanpa pengawalan ekstra, dan itu aman-aman saja,” ujar Matius.

Menurut Matius, ramainya pemberitaan di media mengenai kondisi keamanan Papua tidak selamanya benar karena apa yang ditampilkan tidak sesuai dengan apa yang mereka alami di sana. "Memang ada beberapa daerah yang masih rawan konflik, seperti Puncak Jaya dan juga Timika, namun untuk Jayapura dan daerah lain, keamanan sudah dapat terjamin," katanya.

Selain keamanan, masalah malaria juga dikhawatirkan para wisatawan. Matius mengklaim saat ini angka malaria di Jayapura sudah menurun drastis meskipun belum mencapai nol. Salah satu upaya yang dianjurkan adalah dengan meminum pil kina sebelum mengunjungi Papua.

Meskipun terlihat sudah cukup siap untuk membangun sektor pariwisata, namun Matius masih mengeluhkan lemahnya beberapa sektor penunjang pariwisata, seperti masalah transportasi, promosi, dan juga infrastruktur.

“Kesulitan kami itu investor, karena pariwisata banyak sekali potensi yang bisa dikembangan, kalau beberapa titik (investor) bisa masuk, itu akan menolong,” lanjut Matius.

Karena itu, dengan adanya FDS 2015 yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur, Jayapura, Papua pada 19-23 Juni 2015, diharapkan tak hanya mengundang hadirnya wisatawan nusantara dan mancanegara, juga dapat menarik minat para investor, baik investor lokal, maupun investor asing.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Travel Tips
7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X