Mampir di Pulau Sewangi, Melihat Pembuatan Perahu Tradisional Banjar

Kompas.com - 23/07/2015, 14:20 WIB
EditorI Made Asdhiana
BARITOKUALA, KOMPAS.com - Pulau Sewangi di Kecamatan Berangas, Kabupaten Baritokuala, Kalimantan Selatan sejak lama menjadi pusat pembuatan jukung atau perahu dan perahu bermesin alias kelotok khas Kalimantan Selatan.

Penduduk di pulau ini rata-rata berprofesi sebagai pembuat jukung dan kelotok. Pekerjaan ini mereka jalani secara turun temurun.

Memasuki pulau kecil ini, tampak sekali penduduknya sangat padat. Hampir di tiap rumah ada bengkel pembuatan jukung dan kelotok, baik besar maupun kecil.

Mereka tiap hari bekerja membuat jukung pesanan. Tak hanya jukung atau kelotok untuk dipakai warga yang biasa mencari nafkah dari mengoperasikan perahu, tak jarang para wisatawan berminat membeli.

Seorang pembuat perahu di sini adalah Ida. Pria berambut lurus berkulit legam ini mengatakan pernah ada wisatawan dari Nusa Tenggara Barat yang memesan perahu di bengkelnya.

"Kalau turis dari Eropa dan Korea banyak ke sini. Mereka kebanyakan bertanya-tanya apa itu jukung dan kelotok dan apa itu apak (peralatan pembuatan jukung dan kelotok untuk mengukur diameter perahu). Mereka merasa aneh melihat perahu khas Banjar, soalnya di tempat mereka tidak ada," ujarnya.

BANJARMASIN POST/YAYU FATHILAL Perahu tradisional Banjar, Kalimantan Selatan.
Perahu-perahu khas Banjar dulu kebanyakan berbahan kayu ulin atau kayu besi dan kayu cangal. Sekarang, karena bahan itu sudah langka, sehingga sudah sangat jarang ditemui. Padahal, kualitasnya jauh lebih hebat dibandingkan perahu-perahu sekarang yang hanya tahan lima tahun hingga puluhan tahun.

Perahu-perahu buatan mereka ini sekarang kebanyakan berbahan kayu kelepek, madi hirang, lanan dan kasak.

Proses pembuatan perahu ini sangat sulit. Kayunya, ketika masih berupa gelondongan dibakar selama sekitar dua jam agar memuai kemudian terbuka sehingga tak lagi keras. Jika sudah tak terlalu keras, akan mudah membentuknya menjadi badan perahu.

Nah, proses pembakarannya ini dilakukan di daerah Manusup, Kabupaten Kualakapuas, Kalimantan Tengah. Para perajinnya di sana kemudian menjual kerangka perahu yang sudah jadi itu ke para perajinnya di Pulau Sewangi ini.

Satu kerangka dibelinya jutaan rupiah, harganya berbeda-beda tergantung jenis kayunya. Ukuran kelotok yang dibuatnya berbeda-beda. Ada yang sepanjang empat dapa (sekitar delapan meter) dan ada juga yang sepanjang 5,5 dapa. Dapa adalah satuan ukur orang Banjar zaman dulu. Satu dapa itu sepanjang bentangan kedua tangan orang dewasa, diperkirakan sekitar 100 sentimeter.

BANJARMASIN POST/YAYU FATHILAL Proses pembuatan perahu tradisional Banjar, Kalimantan Selatan.
Para perajinnya ini menjalani pekerjaan tersebut sejak masih muda. Pekerjaan ini adalah warisan nenek moyang penduduk Pulau Sewangi. Tak heran jika mereka ini sangat piawai membuat perahu.

"Harga perahu ini berbeda-beda. Kalau yang ukuran empat dapa saya jual Rp 3,5 juta. Kalau yang 5,5 dapa Rp 8 juta. Harganya memang mahal karena sepenuhnya dikerjakan memakai tenaga manusia dan waktunya lama, antara seminggu hingga dua pekan untuk satu perahu," katanya.

Pembuat perahu lainnya, Ramadhan, sudah menggeluti profesi ini sejak tahun 2000.
Dia merupakan generasi baru pembuat perahu di keluarganya.

Saat ditanya tentang sejarah pembuatan perahu tradisional Banjar di pulau ini, dia mengaku tak tahu. Pun saat ditanya tentang asal usul nama Pulau Sewangi.

Dia hanya melakukan pekerjaannya sekadar meneruskan amanat para leluhur di keluarganya agar tetap terus melestarikan pembuatan jukung dan kelotok ini. "Saya tak pernah mendengar cerita-cerita seperti itu. Saya hanya meneruskan pekerjaan orang-orang tua kami dulu," katanya.

BANJARMASIN POST/YAYU FATHILAL Pembuatan miniatur perahu tradisional Banjar di Pulau Sewangi, Kecamatan Berangas, Kabupaten Baritokuala, Kalimantan Selatan.
Perajin perahu lainnya, Imis, malah lebih kreatif. Jika para tetangganya di pulau ini sibuk bergelut membuat jukung dan kelotok sesungguhnya, dia malah berinisiatif membuat miniaturnya sebagai cenderamata bagi para pelancong yang bertandang ke tempatnya.

Walau begitu, dia sehari-hari juga tetap membuat perahu sesungguhnya untuk pemesannya.
Untuk jukung mini buatannya itu disebutnya jukung hias. Dalam sehari, dia bisa membuat 10 buah miniatur jukung hias.

Jukung hiasnya ini tak sekadar jukung, namun juga dilengkapi patung manusia mini, miniatur makanan khas Banjar dan atap jukungnya. Bahannya dari kayu untuk jukung dan manusianya.

Sedangkan untuk miniatur makanannya dibuatnya dari rempah-rempah dapur yang sudah dikeringkan, kemudian dibentuknya dan dicatnya menjadi kue-kue khas Banjar.
Wadah makanannya dari tutup botol bekas.

Untuk atap jukungnya, dibuatnya dari kertas karton dilapisi helaian tipis daun nipah. Jika sudah jadi, bentuknya persis seperti miniatur penjual makanan khas Banjar yang biasa ada di Pasar Terapung Kuin di Banjarmasin.

"Kalau bahan kayunya, saya memakai kayu lanan. Proses pembuatan jukung hias ini sangat rumit, jauh lebih susah dari membuat jukung sungguhan karena bentuknya mini dan detil manusianya serta makanannya itu harus dikerjakan ekstra hati-hati agar hasilnya bagus," ujarnya.

Untuk mengerjakan ini, dia dibantu beberapa orang tetangganya. Jukung hias buatannya ini dijualnya di Pasar Terapung Kuin.

Harga jualnya Rp 50.000 untuk jukung berisi dua patung manusia saja tanpa ada makanannya, Rp 75.000 jika dilengkapi makanan dan Rp 100.000 untuk jukung hias yang berukuran lebih besar dari yang berharga Rp 75.000. Jika miniatur jukungnya saja dijualnya Rp 25.000.

Tiap hari selalu ada saja yang laku. "Beberapa hari yang lalu ada yang memborong hingga puluhan buah. Sekarang saya bikin lagi yang baru," ujarnya.

Tak susah menuju pulau ini karena perairannya hanya terpisah jarak sungai kecil dari Banjarmasin. Lebih tepatnya, daerah ini berada di seberang Jalan Alalak Tengah, Banjarmasin.

Jika ingin kemari bisa menuju ke jalan tersebut. Nanti menyeberang menggunakan kapal feri kecil, tarifnya hanya Rp 2.000 sekali jalan.

Di sini ada beberapa dermaga penyeberangannya, di antaranya ada di dekat Masjid Kanas atau Masjid Jami Tuhfaturroghibin. Waktu tempuhnya hanya dua menit. Kendaraan pribadi seperti sepeda motor bisa dimasukkan ke kapal feri ini, kecuali mobil karena ferinya kecil.

Jika menggunakan mobil, bisa diparkir di halaman rumah warga sebelum bertolak dengan kapal feri. Jika ingin melalui jalur darat juga bisa, namun konsekuensinya waktu dan jarak tempuhnya lebih jauh, sekitar satu jam.

Lewat darat, bisa melalui Jalan Brigjen H Hasan Basri terus saja hingga bertemu Jembatan Kayu Tangi Ujung, melewati Rumah Sakit dr Moch Ansari Saleh.

Turun dari jembatan itu, belok kiri masuk ke daerah Berangas. Daerah ini sudah masuk wilayah administratif Kabupaten Baritokuala. Dari sini jalannya mulus beraspal, terus saja jalan sekitar satu kilometer lalu belok kiri lagi.

Dari belokan ini, jalannya rusak, hanya sekitar 500-600 meter. Setelah itu ada pertigaan, ambil ke kiri, tak lama ada gedung Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama.

BANJARMASIN POST/YAYU FATHILAL Pembuatan miniatur perahu tradisional Banjar di Pulau Sewangi, Kecamatan Berangas, Kabupaten Baritokuala, Kalimantan Selatan.
Di seberang sekolah ini ada jembatan penyeberangan masuk ke wilayah Pulau Sugara. Setelah masuk Pulau Sugara dan menuruni jembatan itu, belok kiri lagi. Terus saja hingga bertemu Pulau Sewangi.

Pulau Sugara dan Pulau Sewangi hanya dipisahkan oleh sungai kecil dan perumahan penduduknya benar-benar padat sehingga batasnya tak jelas, rasanya seperti masih satu daratan. Untuk mudah mengenalinya, lihat saja jika di rumah-rumah warganya banyak bengkel perahu besar dan kecil, maka anda sudah memasuki wilayah Pulau Sewangi. (Yayu Fathilal)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.