Menpar Apresiasi Pengembangan Pariwisata Sawahlunto

Kompas.com - 01/12/2015, 16:12 WIB
Pengunjung melihat koleksi Museum Goedang Ransoem di Kota Wisata Tambang Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (22/5/2014). Museum Goedang Ransoem merupakan salah satu peninggalan pemerintah kolonial ketika menjadikan Sawahlunto sebagai kota tambang penghasil batubara sejak tahun 1888. KOMPAS/ISMAIL ZAKARIAPengunjung melihat koleksi Museum Goedang Ransoem di Kota Wisata Tambang Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (22/5/2014). Museum Goedang Ransoem merupakan salah satu peninggalan pemerintah kolonial ketika menjadikan Sawahlunto sebagai kota tambang penghasil batubara sejak tahun 1888.
EditorI Made Asdhiana
SAWAHLUNTO, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat mengembangkan potensi kawasan wisata sejarah di daerah itu.

"Kota Sawahlunto memiliki potensi yang sangat luar biasa, di samping bentang alam yang indah kota ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi dan cukup menggambarkan bagaimana sebuah kota modern dari abad ke-19 dibangun," katanya di Sawahlunto, Senin (30/11/2015).

Menurutnya, sebagai kota yang saat ini diusulkan menjadi salah satu cagar budaya warisan dunia, Kota Sawahlunto dinilai memiliki peluang besar karena mudah dikembangkan dan memiliki akses yang juga mudah dijangkau.

Menpar mengatakan, kondisi tersebut merupakan sebuah modal besar dan harus dikembangkan secara bersama-sama baik oleh pemerintah pusat, jajaran pemerintah daerah beserta seluruh masyarakat.

"Untuk pengembangan ke depan, Kementerian Pariwisata akan mengambil langkah-langkah strategis untuk dikonsultasikan bersama pihak terkait lainnya, guna mendukung upaya yang sudah dilakukan pihak pemerintah daerah itu," kata Arief.

KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA Wisatawan memasuki Lubang Mbah Suro yang merupakan salah satu peninggalan kegiatan tambang batubara di Sawahlunto, Sumatera Barat, Sabtu (30/5/2015). Kota Sawahlunto yang berada sekitar 90 kilometer dari Padang, ibu kota Sumatera Barat, ini terus menggenjot sektor pariwisata dengan menawarkan destinasi berupa kota tua yang berisi bangunan dan fasilitas sisa kegiatan tambang batubara yang pernah berjaya sejak 1888 hingga akhir abad ke-20.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf mengatakan terkait upaya pengembangan kawasan wisata sejarah "Kota Lama" yang saat ini diajukan menjadi salah satu cagar budaya warisan dunia, pihaknya mengaku sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari pihak kementerian tersebut.

"Khusus untuk mengembangkan kawasan wisata sejarah tersebut, kami sudah menganggarkan dana sebesar Rp 3 miliar, sesuai kemampuan keuangan daerah yang ada," kata dia.

Menurut Ali, dana sebesar itu belumlah cukup karena berdasarkan perhitungan biaya dalam perencanaannya, kegiatan pengembangan masih membutuhkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk membiayai pengembangan kawasan wisata sejarah serta pembangunan homestay di kota itu.

Ali memaparkan, dukungan sarana infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan oleh Sawahlunto guna mendukung terwujudnya visi kota itu sebagai kota wisata tambang yang berbudaya pada tahun 2020.

"Semoga dengan kunjungan Menteri Arief Yahya ini, bisa membuahkan solusi terkait kendala pembiayaan dalam mendukung upaya pengembangan potensi kepariwisataan di kota ini," katanya.

Didampingi Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf beserta rombongan, Menpar Arief Yahya mengunjungi Museum Tambang di kawasan Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto untuk melihat secara langsung dokumentasi sejarah pertambangan batubara di kota itu sejak masa penjajahan kolonial Belanda.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Patung pekerja tambang batu bara di Lubang Mbah Suro di Sawahlunto, Sumatera Barat.
Menpar melanjutkan kunjungannya ke salah satu lubang tambang tertua peninggalan Belanda, Lubang Mbah Suro, yang dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata tambang oleh pemerintah kota itu.

Setelah mengunjungi Lubang Mbah Suro, rombongan pun melanjutkan kunjungan ke Museum Goedang Ransum. Pada Senin malam, Menpar menutup secara resmi kegiatan Sawahlunto Multicultural Festival di Lapangan Silo Kota Sawahlunto.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute dan Harga Makanan di Camp Coffee & Nature Jogja

Rute dan Harga Makanan di Camp Coffee & Nature Jogja

Travel Tips
Camp Coffee & Nature, Ngopi di Hutan di Tengah Kota Jogja

Camp Coffee & Nature, Ngopi di Hutan di Tengah Kota Jogja

Jalan Jalan
Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Travel Tips
Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X